• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 9, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Usul Pengusulan Tambah Kuota Solar untuk Riau Masih Tunggu Syamsuar Rapat Dulu dengan Forkopimda

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
14 Maret 2022
kelangkaan bbm solar di riau, kuota solar riau

Ilustrasi

107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ada dua persoalan utama yang menyebabkan terjadinya kelangkaan BBM jenis biosolar di Riau. Pertama, kuota tahun 2022 dikurangi. Kedua, tak ada pengawasan, sehingga penyaluran BBM solar bersubsidi itu tidak tepat sasaran. Sedangkan, pegusulan penambahan kuota untuk Riau, masih akan menunggu Gubernur Riau Syamsuar rapat dengan Forkopimda.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pemprov Riau masih akan melakukan pertemuan secara khusus dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah [Forkopimpd] untuk membahas soal kelangkaan BBM jenis biosolar di Provinsi Riau. Kapan pertemuan ini akan digelar? hingga kini belum ada kepastian. Sedangkan di Pekanbaru, hampir seluruh SPBU dipadati oleh kendaraan roda empat dengan antrean yang panjang.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau SF Hariyanto mengatakan, sudah melaporkan kepada Gubernur Riau Syamsuar, terkait hasil rapat dengan Pertamina dan pihak terkait pada pekan sebelumnya. Dalam pertemuan tersebut memang diketahui bahwa kelangkaan solar bersubsidi di Riau diakibatkan berkurangnya kuota BBM jenis itu, di tahun 2022 ini. “Hasilnya sudah kami laporkan ke Pak Gubernur,” terangnya, Senin, 14 Maret 2022 di Pekanbaru.

Secara garis besar, pertemuan tersebut menghasilkan 2 solusi. Pertama, bagaimanapun kuota BBM jenis solar di Riau harus ditambah. Kedua, perlunya ada pengawasan dari pihak-pihak terkait yang dilakukan secara melekat di SPBU, agar kendaraan-kendaraan yang tidak memenuni syarat takn boleh ikut antre di loket pengisian biosolar.

SF Hariyanto menyebut, hasil rapat ini lah nantinya yang akan dibawa oleh Gubernur Riau dalam pertemuan khusus dengan Forkopimda. Termasuklah, membahas bagaimana teknis untuk pengajuan penambahan kuota, hingga mekanisme pengawasan yang akan dilakukan oleh pihak terkait. Dengan kata lain, untuk sementara ini, antrean panjang di SPBU tetap masih akan terjadi hingga penambahan kuota BBM jenis biosolar, benar-benar akan ditambah.

kelangkaan solar di riau
Sekdaprov Riau SF Hariyanto (FOTO: Diskominfotik Riau)

“Temasuk untuk pengawasan melekat di SPBU teknisnya akan dibicarakan, di sana nanti teknisnya dengan Pak Kapolda. Bisa saja perwakilan setiap Polsek akan mengawasi langsung di setiap SPBU. Yang jelas, kuota dari tahun 2021, untuk tahun ini berkurang sekitar 9%” jelasnya.

Sekdaprov Riau menegaskan, dari hasil pertemuan lalu, bahwa terkait rencana usulan penambahan kuota BBM jenis solar bersubsidi, harus diikuti dengan dasar yang kuat. Termasuk langkah-langkah pengawasan yang sudah dilakukan di daerah. “Artinya memang lebutuhan masyarakat kita terhadap BBM jenis ini memang meningkat. Atas dasar itu lah nanti, yang akan kita ajukan penambahan ke BPH Migas,” tuturnya.

Alasan Pertamina melakukan pengurangan kuota BBM Solar, kata SF Harianto, Pertamina berharap penggunaan BBM masyarakat berpindah dari solar ke BBM jenis Dexlite dan Pertamina Dex. Namun, karena harga BBM jenis itu sangat tinggi, membuat masyarakat enggan untuk menggunakannya.

Hal sama juga diusulkan oleh organisasi pengusaha dari Hiswana Migas meminta meminta agar jatah kuota BBM biosolar bersubsidi di Riau tahun 2022 direvisi. Kuota yang telah ditetapkan itu dianggap tidak cukup dengan tingginya perminyaan masyarat terhadap BBM jenis itu. Di tahun 2022, jatah kuota BBM jenis solar untuk Riau sebanyak 794.787 kiloliter. Jumlah ini mengalami penurunan sebesar 9 persen jika dibandingkan kuota di tahun 2021 lalu, yakni sebanyak 824.000 kiloliter.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang Hiswana Migas Riau Tuah Laksamana Negara mengatakan, pihaknya memang berharap kelangkaan BBM biosolar bersubsidi di Riau tidak semakin mengkhawatirkan masyarakat. Oleh sebab itu, salah satu solusi yang ditawarkan yakni merevisi jatah kuota BBM untuk Riau.

“Mau tidak mau, kami sudah lakukan juga edaran itu sesuai dengan ketentuannya. Tapi kan itu tak juga bisa menyelesaikan masalah. Karena masalahnya kuota ini yang jadi problem. Memang kuota ini,” sebutnya dalam pertemuan bersama Pemprov Riau pada, 10 Maret 2022 di Pekanbaru.

Tuah Laksamana Nagara mengungkapkan, bahwa setiap SPBU di Riau sudah menyediakan loket khusus untuk BBM jenis dexlite dan pertamina dex. BBM jenis ini yang diharapkan pihak Pertamina bisa menjadi solusi.

Namun, faktanya tidak demikian, lantaran harga yang sangat tinggi. Sehingga membuat masyarakat rela antre panjang di loket pengisian BBM jenis biosolar. “Masyarakat itu lebih suka antre, tapi yang penting murah. Tapi kita perlu sosialisasi ke depan mudahan ini cepat dilaksanakan,” tutupnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Pertamina untuk mempercepat proses pendistribusian BBM di daerah-daerah perbatasan di Riau. “Daerah perbatasan jadi krusial. Kalau pengirimannya cepat, diharapkan bisa mempercepat pengisian bahan bakar sehingga bisa mengurai kemacetan,” terangnya. (bpc2)

Tags: bbm solarBerita Pekanbarukelangkaan solarriausolar langka
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Foto: Istimewa
Lifestyle

dr Romy Deviandri Pimpin PEROSI Riau, Dorong Gerakan Sadar Tulang Sehat

...

Read moreDetails

Naik Rp214,7 Miliar, APBD Perubahan Pekanbaru 2026 Jadi Rp3,2 Triliun

Plt Gubernur Riau Minta ASN Bekerja Ekstra Tahun Ini “Jangan Ada yang Santai"

Riau Perluas Basis Penerimaan demi Optimalkan Pendapatan Daerah

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Kualitas Udara Pekanbaru Tidak Sehat, AQI 179 Pagi Ini

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

Alquran Berornamen Tionghoa Simbol Pengikat Silaturrahmi PSMTI dan LAM Riau

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

21 Puskesmas Disiagakan Antisipasi Dampak Kualitas Udara Tidak Sehat di Pekanbaru

Next Post

'Ngaku Punya Musuh', Fahri Hamzah Sebut Cara Melawan dengan Dirikan Parpol, Bukan Politisasi Lembaga yang Harusnya Independen

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.