BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Profesi komunikasi justru diuji ketika situasi tidak terkendali dan informasi belum sepenuhnya tersedia. Hal ini menjadi sorotan dalam talkshow bertajuk “Masa Depan Profesi Komunikasi” yang digelar bersamaan dengan pelantikan pengurus Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) Koordinator Wilayah Riau di Universitas Riau, Kamis (16/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Media Relation Officer EMP Bentu Limited, M. Hanshardi, M.IKom, menegaskan bahwa praktik komunikasi di lapangan tidak selalu berjalan dalam kondisi ideal. Menurutnya, tekanan justru muncul ketika informasi belum lengkap, sementara opini publik telah terbentuk lebih dulu.
“Saya belajar satu hal di lapangan: komunikasi itu tidak diuji saat kondisi normal, tetapi justru saat situasi mulai tidak terkendali,” ujarnya.
Talkshow ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Ketua Umum ISKI Pusat Prof. Dr. Atwar Bajari, M.Si., Ketua ISKI Korwil Riau Dr. Welly Wilmar, S.IP., M.Si., serta Pemimpin Redaksi Riau Pos, Firman Agus.
Hanshardi menjelaskan, dalam situasi krisis, arus informasi menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi publik. Informasi yang lebih dahulu tersebar kerap lebih cepat dipercaya, meskipun belum tentu lengkap.
“Di lapangan, kita sering menghadapi situasi ketika informasi belum lengkap, tetapi publik sudah memiliki kesimpulan,” katanya.
Ia menilai, praktisi komunikasi berada di posisi strategis karena harus menjembatani berbagai kepentingan, mulai dari perusahaan, publik, media, hingga pemerintah. Oleh karena itu, penyampaian informasi harus tetap akurat dan tidak menyesatkan.
“Tidak harus lengkap di awal, tetapi harus benar dan tidak menyesatkan,” tegasnya.
Dalam sesi diskusi, peserta juga menyoroti peluang lulusan Ilmu Komunikasi di dunia industri. Menanggapi hal tersebut, Hanshardi menyebut Ilmu Komunikasi sebagai disiplin yang fleksibel dan mampu beradaptasi di berbagai sektor.
“Ilmu Komunikasi itu jurusan yang sangat cair dan bisa masuk ke banyak bidang, mulai dari public relations atau humas, corporate secretary, pengadaan barang dan jasa, human capital, hingga perizinan dan administrasi formal,” jelasnya.
Ia menambahkan, lulusan Ilmu Komunikasi perlu dibekali kemampuan teknis dan nonteknis, seperti menulis, videografi, kemampuan memengaruhi, serta manajemen kegiatan.
“Di dunia kerja, komunikasi bukan soal paling pintar bicara, tetapi siapa yang paling mampu menjaga kepercayaan dalam situasi sulit,” tutupnya.***









