• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sang Pilot Philip Mehrtens Masih Ditawan, OPM Papua Ingin Kehadiran PBB, Untuk Apa?

Sang plot Philip Mehrtens, masih menjadi tawanan OPM. Mereka ingin kehadiran PBB untuk memediasi antara Selandia Baru, Indonesia, dan TPNPB. Syaratnya tetap, kemerdekaan Papua.

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
26 Februari 2023
Tawanan OPM
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM — Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, meminta agar PBB jadi mediator—sebagai bagian dari upaya pembebasan tawanan mereka.

Sampai saat ini Pilot warga negara Selandia Baru Philip Mehrtens masih mereka sandera. Kelompok ini menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), atau biasa dikenal OPM.

Akoubou Amatus Douw, yang merupakan perwakilan dari kelompoknya, menginginkan kehadiran PBB untuk memediasi antara Selandia Baru, Indonesia, dan TPNPB.

Akoubou Amatus Douw mengatakan, mereka mempunyai kuasa untuk saat ini, dia meminta permintaan mereka segera diakomodir. “Itu posisi kami saat ini,” katanya.

Philip yang kini disandera saat ini, kata Akoubou Amatus Douw, adalah bagian dari TPNPB yang juga orang-orang di kawasan pasifik.

Mereka memastikan hak-hak kemanusiaan terhadap Philip akan tetap mereka hormati, sebagaimana tertuang dalam Piagam PBB. Lalu, kelompok ini secara terang-terangan meminta kemerdekaan Papua, sebagai syarat pembebasan Mehrtens di Nduga. 

Selain itu mereka meminta Australia dan Selandia Baru stop mengekspor perlengkapan militer ke Indonesia sebagai tuntutannya.

ABC melaporkan pemerintah Selandia Baru melarang Indonesia melakukan operasi militer untuk membebaskan. Wellington menekankan negosiasi untuk membebaskan Mehrtens.***

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau
Kuliner

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

...

Read moreDetails
Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Next Post
Evaluasi pejabat riau

KASN Butuh Klarifikasi Syamsuar Terhadap Hasil Evaluasi Kepala Dinasnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.