• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pesona Peternakan Peninggalan Belanda yang Kini Jadi New Zeland Indonesia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Mei 2022
padang mangateh

Pesona Padang Mangateh, Payakumbuh, Sumbar/FOTO: Istimewa.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Pesona keindahan Padang Mangateh tak kan pudar di lekang waktu. Sejak zaman Penjajahan Belanda, kawasan ini menjadi lokasi peternakan sapi terluas di Asia Tenggara pada tahun 1955.

Padang Mangateh terletak di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh. Peternakan seluas 280 hektar ini terletak di lereng Bukit yang berbatasan langsung dengan kaki Gunung Sago.

Uniknya, Padang Mangateh adalah daerah savana dengan hamparan padang rumput hijau sejauh mata memandang. Itulah mengapa kawasan ini disebut dengan New Zeland-nya Indonesia yang terkenal di Australia.

Karena letaknya yang cukup tinggi dari permukaan laut, suhu udara di sini terasa dingin, sekitar 18-28 derajad Celcius saat cuaca normal. Selain disuguhkan peternakan sapi, dan gagahnya Gunung Sago, dari tempat ini juga tersuguh hamparan persawahan kota Payakumbuh.

Menurut sejarahnya, Padang Mangateh sudah ada sejak tahun 1916, zaman penjajahan Belanda. Kolonial Belanda ketika itu melihat potensi kawasan ini sangat cocok dijadikan sebagai area peternakan sapi dan kuda.

“Bahkan, banyak orang mengatakan bahwa hanparan padang rumput yang luas di Padang Mangateh adalah peninggalan penjajahan Belanda,” ujar Mukhtiar, warga setempat.

Namun, jika dilihat secara geografis, Sumatera Barat yang merupakan daerah dengan dataran tinggi menyimpan segudang keindahan kekayaan alam. “Mungkin saja, apa yang ada di sini memang sudah begitu sejak dulunya,” tambahnya.

Bahkan pada tahun 1955, Padang Mangateh menjadi petenakan hewan dengan padang rumput terbesar di Asia Tenggara dengan jenis Sapi, Kuda dan Ayam saat itu, namun kini hanya tinggal jenis Sapi saja. Hingga diambil alih oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1985.

Tahun 2012 peternakan ini dijadikan sebagai Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT). BPTU Sapi Potong ini saat memilik tiga jenis Sapi, yakni simental, limosin dan sapi pesisir (sapi lokal). Daerah ini dengan tampilan New Zealand ini dikelola oleh pemerintah Sumbar dengan bantuan pengamanan oleh militer yaitu Den Zipur II.

Dimana di dalam wilayah ini terdapat banyak kandang Sapi, tempat karantina, laboraturium, dan lain-lain. Selain peternakan dan pemandangannya yang mempesona, di Padang Mangateh juga terkenal dengan “Durian Jokowi”. Pohon durian ini ditanam langsung oleh Presiden RI Joko Widodo saat dia melakukan kunjungan pertamanya ke Sumatera Barat pada tahun 2015 silam.

Adapun jenis pohon durian yang ditanam Jokowi, adalah jenis Durio Zibathinus. Jenis durian ini bahkan sering diistilahkan sebagai raja dari segala buah. Durian tersebut ditanam Presiden Joko Widodo di salah satu titik hamparan luas dengan ketinggian hampir 1000 mdpl pada lereng Gunung Sago, yang masih masuk dalam kawasan Padang Mangateh.***

Tags: New Zeland IndonesiaPadang MangatehTravelling
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah 4 Tempat Wisata di Sukabumi yang Indah dan Cocok untuk Hilangkan Penat
Travelling

Inilah 4 Tempat Wisata di Sukabumi yang Indah dan Cocok untuk Hilangkan Penat

...

Read moreDetails
5 Tempat Wisata di Jogjakarta Terbaik yang Layak untuk Dikunjungi

5 Tempat Wisata di Jogjakarta Terbaik yang Layak untuk Dikunjungi

Tol Riau Sumbar Akan Buka Akses Pariwisata Lebih Luas, Sumatera Barat Diuntungkan

Tol Riau Sumbar Akan Buka Akses Pariwisata Lebih Luas, Sumatera Barat Diuntungkan

Bupati Kuansing Lapor ke Plt Gubernur Riau, Persiapan Pacu Jalur Sudah Sampai Mana?

Bupati Kuansing Lapor ke Plt Gubernur Riau, Persiapan Pacu Jalur Sudah Sampai Mana?

Pemkab Kuansing Berlakukan Pengamanan Ketat di Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan

Pemkab Kuansing Berlakukan Pengamanan Ketat di Festival Pacu Jalur 2026 di Tepian Narosa Teluk Kuantan

Biaya Visa Jepang Naik Lima Kali Lipat, E-Paspor Tetap Bebas

Biaya Visa Jepang Naik Lima Kali Lipat, E-Paspor Tetap Bebas

Next Post
Harga TBS secara sepihak

Dampak Larangan Ekspor, Gubri Akan Laporkan Kondisi Sawit di Riau ke Jokowi

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.