• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Penyakit Sapi Ngorok di Rohul Tembus 451 Kasus, 119 Mati, Selebihnya Dipotong Paksa

Kasus Sapi Ngorok di Riau 2022

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
18 November 2022
Penyakit sapi ngorok di Rohul

Kasus penyakit sapi ngorok di Rohul hingga kini sudah mencapai 451 ekor. Jumlah hewan ternak yang mati tercatat juga terus meningkat, dari sebelumnya / Foto: Ilustrasi_Pixabay.

Share on FacebookShare on Twitter

Kasus penyakit sapi ngorok di Rohul hingga kini sudah mencapai 451 ekor. Jumlah hewan ternak yang mati tercatat juga terus meningkat, dari sebelumnya hanya puluhan, kini sudah mencapai ratusan.

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Kasus penyakit sapi ngorok septicaemia epizootuca (SE) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Riau, sudah kian mengkhawatirkan.

Berdasarkan Data yang dikeluarkan oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, hingga kini tercatat sudah 451 ekor hewan ternak di daerah ini terjangkit penyakit sapi ngorok.

Dari jumlah tersebut, terdapat 119 ekor hewan ternak mati dan 332 ekor lainnya harus dipotong paksa.

Subkor Kelembagaan Sumber Daya Kesehatan Hewan dan Pengawasan Obat Hewan PKH Provinsi Riau, drh Revalita Budiani menjelaskan, data tersebut tercatat per tanggal 16 November 2022.

“Dari 451 ekor itu ada karena potong paksa, ada juga disebabkan kematian karena penyakit,” katanya.

Dia menambahkan, kasus penyakit sapi ngorok di Rohul ini terdapat di Kecamatan Rambah dan Bangun Purba Rohul. 

Sebagaimana dijelaskan, di Bangun Purba ada 415 populasi hewan kerbau masyarakat yang mana, mayoritas kerbau – kerbau ini diternakkan di tiga kawasan padang rumput luas. Yakni jalangan panjang, jalangan pasir siabu serta pulau hotang. 

Sedangkan untuk di Kecamatan Rambah populasi hewan ternak kerbau terdapat di Desa Menaming dan Tanjung Belit sebanyak 250 ekor. 

Tim diobservasi Dinas PKH Riau merekomendasikan penutupan sementara lokasi jalangan kerbau terdapat kasus kematian disebabkan penyakit SE. Sementara hewan kerbau yang mati sudah dikuburkan. Ada pun dua jalangan kerbau lainnya yang lokasinya tidak berjauhan dari tempat jalangan yang banyak ditemukan kerbau mati juga langsung diisolasi. 

Selain itu, sampel tulang, pulmo kerbau yang mati dikirim ke Laboratorium Balai Veteriner (Bvet) Bukittinggi Sumatera Barat. 

Untuk penyakit, menurut Revalinda saat itu sudah dipastikan disebabkan karena penyakit SE, berdasarkan ciri-ciri fisik. Seperti kesulitan bernapas, terdengar seperti  mendengkur. Mengalami demam tinggi dan diare yang disertai dengan darah.

Kemudian terlihat pembengkakan di bagian kepala, bagian bawah dada, kaki, atau pangkal ekor. Bagian selaput lendir lidah juga terlihat membengkak dan berwarna merah kebiruan. 

“Pengiriman sampel untuk menguatkan hasil penyakit. Tapi secara fisik sudah bisa kita lihat itu penyakit sapi ngorok,” ungkap Revalinda.***

Tags: Penyakit sapi ngorokrohul riau
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

Penyakit sapi ngorok di Kuansing
Berita

2.000 Dosis Vaksin Dikirim Lagi ke Kuansing

...

Read moreDetails
Kerbau mati di Kuansing

Kasus Sapi Ngorok, Mayoritas Kerbau Mati di Kuansing Belum Divaksin

Kerbau di kuansing mati

Puluhan Kerbau Mati Diduga Karena Penyakit Sapi Ngorok, Pemprov Minta Kuansing Tangani Dulu

Penyakit sapi ngorok

Ini Penyebab Mengapa Penyakit Sapi Ngorok di Riau Sulit Diputus Penularannya

zona merah PMK Riau, hewan kurban, ganti rugi, sapi ngorok

Peternak Diminta Segera Vaksinasi, 90% Ternak Terjangkit Sapi Ngorok Akan Mati

Soal Penunjukan Pjs, Masyarakat Rohul Merasa ‘tak Dipandang’ oleh Syamsuar

Next Post
komoditi inflasi Riau, dampak kenaikan BBM

Gubri Sebut Biaya Replanting Sawit Riau Rp30 Juta per Hektare  Tak Cukup Karena Inflasi Naik 

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.