BERTUAHPOS — Di balik panasnya aksi unjuk rasa ratusan mahasiswa Universitas Riau (Unri) di Kantor Gubernur Riau, Kamis, 14 Agustus 2025, terdapat pemandangan menarik yang menyita perhatian. Sekelompok mahasiswa peserta aksi terlihat memungut sampah dan membersihkan jalan dari berbagai kotoran yang berserakan di lokasi.
Aksi bersih-bersih ini dilakukan di sela kerumunan massa yang sedang berorasi dan bernegosiasi dengan aparat keamanan. Beberapa mahasiswa membawa kantong plastik besar dan sapu, mengumpulkan botol plastik, kertas, serta sampah lainnya yang berserakan di sekitar titik unjuk rasa.
Putri Novika, salah satu mahasiswa yang terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen mereka terhadap lingkungan. “Kami memang datang untuk menyampaikan aspirasi, tapi itu tidak berarti kami boleh merusak atau mengotori lingkungan. Ini bagian dari tanggung jawab moral kami,” ujarnya kepada Bertuahpos.
Putri menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya disuarakan dalam tuntutan seperti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata. Menurutnya, membersihkan area sekitar aksi adalah cara sederhana namun bermakna untuk menunjukkan sikap itu.
Aksi bersih-bersih tersebut pun mendapat respons positif dari beberapa peserta aksi lainnya. Sejumlah mahasiswa yang awalnya hanya menonton kemudian ikut membantu memungut sampah, membuat suasana di satu sudut aksi terasa lebih teduh di tengah panasnya tensi unjuk rasa.
“Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa bukan perusuh. Kami ingin perubahan, tapi tetap dengan cara yang bermartabat,” tutur Putri.
Hingga aksi berakhir, kelompok mahasiswa ini tetap memastikan area yang mereka tempati bersih dari sampah, meninggalkan kesan bahwa demonstrasi juga bisa selaras dengan kepedulian lingkungan.***









