• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Mengenal Istilah Tri Suci dan Sejarah Singkat Hari Raya Waisak di Indonesia

Melba Ferry Fadly by Melba Ferry Fadly
16 Mei 2022
hari raya waisak

Hari Raya Waisak/FOTO: Ilustrasi_net.

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU — Hari Raya Waisak merupakan salah satu hari besar bagi pemeluk Agama Buddha. Di tahun 2022, Hari Raya Waisak jatuh pada 16 Mei. Ada banyak sumber yang menjelaskan tentang Waisak dan bagaimana sejarah awal mula hari raya ini di Indonesia.

Hari Waisak juga merupakan momentum peringatan tiga peristiwa penting yang disebut sebagai Tri Suci Waisak, yakni: Kelahiran Pangeran Siddharta. Pangeran Siddharta adalah seorang putra dari pasangan Sudodhana dan Ratu Mahamaya yang lahir di Taman Lumbini pada tahun 623 sebelum Masehi.

Kelahiran Pangeran Siddharta ini untuk menjadi seorang Bodhisattva atau calon Buddha yang akan mencapai kebahagiaan tertinggi.

Kedua, Siddharta mencapai Penerangan Agung. Pada usia 29 tahun, Pangeran Siddharta meninggalkan istana untuk mencari kebebasan dari umur tua, sakit, dan mati, pada saat Purnama Sidhi bulan Waisak 588 sebelum Masehi. Di bulan tersebut Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung sehingga mendapat gelar sebagai Buddha.

Ketiga, pencapaian Parinibbana. Ketika menginjak usia 80 tahun, Sang Buddha wafat dan mencapai parinibbana di Kusinara pada 543 sebelum Masehi. Para pengikutnya melakukan sujud sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Sang Buddha.

Penelusuran sejarah singkat perayaan Hari Waisak yang dirangkum berbagai sumber, Waisak sudah berlangsung sejak sebelum abad ke-19 dan dilaksanakan tertutup di vihara.

Di akhir abad ke-19, perayaan Waisak mulai bergeser karena ada pengaruh gerakan modernisasi yang berawal dari negara Sri Lanka, lalu masuk ke Asia Timur dan Tenggara. Umat Buddha Sri Lanka meminta agar Hari Suci Waisak diakui secara resmi seperti hari-hari besar keagamaan lain.

Keputusan merayakan Tri Suci diresmikan dalam Konferensi Persaudaraan Buddhis Sedunia atau World Fellowship of Buddhists (WFB) pertama di Sri Lanka pada 1950. Kemudian setelahnya perayaan Waisak dilakukan pada purnama pertama bulan Mei berdasarkan penanggalan India kuno.

Sementara itu di Indonesia, Hari Raya Waisak juga mengikuti hasil berdasarkan keputusan resmi WFB. Mengutip dari laman Kemdikbud, umat Buddha di Indonesia menggelar tradisi Waisak yang berpusat di Candi Mendut dan Candi Borobudur sejak 1929.

Perayaan tersebut digagas oleh Himpunan Teosofi Hindia Belanda karena saat itu anggota mereka terdiri dari campuran Eropa serta Jawa Ningrat.

Sebelumnya Candi Borobudur pernah cukup lama tidak difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan pasca dibangun pada abad ke-8 dan 9 Masehi. Setelah diizinkan, perayaan Waisak di Candi Borobudur bermaksud untuk menghidupkan kembali nilai spiritual terdahulu sekaligus jadi bukti toleransi dalam kehidupan beragama.

Perayaan Waisak di Indonesia umumnya diselenggarakan di kompleks Candi Borobudur. Meski begitu ada juga yang beribadah di berbagai vihara tempat mereka tinggal. Dalam pelaksanaannya, ritual pokok Waisak yang biasa berlangsung di Candi Borobudur meliputi:

Pengambilan air berkat di kawasan mata air Jumprit, Temanggung, Jawa Tengah. Menyalakan obor yang menggunakan sumber api abadi di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.

Melaksanakan ritual Pindapatta dengan memberi dana makanan kepada para biksu untuk melakukan kebajikan. Samadhi pada detik-detik puncak bulan purnama. Penentuan bulan purnama ini berdasarkan perhitungan falak, sehingga puncak purnama dapat terjadi pada siang hari.

Selamat Hari Raya Waisak, bagi saudara-saudara kita di Tanah Air yang merayaknnya.***

Tags: Hari Besar BuddhaHari Raya WaisakSejarah Waisak
Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Melba Ferry Fadly

Melba Ferry Fadly

Jurnalis di Bertuahpos.com

Berita Terkait

FOTO: Istimewa.
Berita

76 Napi Buddha di Riau Dapat Remisi Waisak

...

Read moreDetails
Next Post
padang mangateh

Pesona Peternakan Peninggalan Belanda yang Kini Jadi New Zeland Indonesia

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.