• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Gunung Marapi Sumatera Barat Erupsi, Berikut Sejarah Letusannya

Redaksi by Redaksi
4 Desember 2023
Gunung Marapi Naik ke Level III, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat

Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM – Gunung Marapi, yang mendominasi antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar di Sumatera Barat, kembali memuntahkan amarahnya, menyebabkan hujan abu vulkanik di sekitar kaki gunung.

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan pemandangan yang menakutkan, tetapi juga merenggut nyawa sebanyak 11 pendaki.

“Tim gabungan berhasil menemukan tiga orang selamat, sementara sebelas orang telah meninggal dunia atau keadaan mike delta,” kata Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik, Senin 4 Desember 2023.

Sejarah Gunung Marapi Sumatera Barat

Dengan koordinat 0˚22′47.72″LS dan 100˚28′16.71″BT, Gunung Marapi menjulang megah di antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, dengan ketinggian mencapai 2.891 m dpl. Namun, gunung ini bukan sekadar massa batuan; ini adalah peninggalan hidup dari sejarah kaya Minangkabau.

Dikenal juga sebagai Gunung Merapi atau Berapi, Gunung Marapi menjadi fokus penelitian yang dipaparkan dalam studi berjudul “Walk in Splendor: Ceremonial Dress and the Minangkabau” dari University of California. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gunung ini adalah situs pertama yang dihuni oleh masyarakat Minangkabau pada masa awal mereka menetap di Sumatera Barat.

Sebagai saksi bisu dari perjalanan panjang zaman, Gunung Marapi membaur dengan legenda dan kearifan lokal. Ini bukan hanya geografi, tetapi juga pewarisan budaya yang melintasi generasi.

Keindahan alamnya menyatu dengan kisah-kisah nenek moyang, menciptakan gambaran penuh warna tentang kehidupan dan perjalanan masyarakat Minangkabau.

Sejarah Meletusnya Gunung Marapi Sumatera Barat

Gunung Marapi, penguasa megah antara Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, telah menyulut drama alam yang memukau dan terkadang menakutkan sepanjang sejarahnya.

Pada tahun 1807, gunung ini bangkit dengan kepulan asap vulkanik, memperingatkan manusia tentang kekuatannya yang membara. Lima belas tahun kemudian, pada 1822, Gunung Marapi menggelegak dan melepaskan hujan lava yang mengalir deras, mencatatkan letusan pertamanya yang tercatat.

Gemuruh dan pekikannya memang tak terhitung, dengan lebih dari 50 letusan tercatat hingga saat ini. Pasir, abu, dan suara gemuruh menjadi teman setia setiap kali Marapi memutuskan untuk “bercakap” dengan dunia di sekitarnya.

1. 1807-1822: Terjadi adanya suatu letusan

2. 1822: Adanya kepulan asap hitam kelabu, disusul leleran lava disertai sinar api merah tua. Kemudian keluarnya asap dan awan debu.

3. 1833: Beberapa letusan kecil terjadi.

4. 1834: Terjadi letusan kecil.

5. 1845: Terdengar suara gemuruh dari dalam bumi dan terlihat api besar.

6. 1854: Terjadi letusan abu selama beberapa hari.

7. 1855: Terasa gempa bumi dan adanya tiang asap disertai suara gemuruh terus-menerus.

8. Januari 1856: Kadang-kadang terlihat pancaran api.

9. April 1861: Aktivitas meningkat

10. 1863: Letusan

11. 1871: Pada 24 April terjadi hujan abu menuju tebal sampai ke Bukittinggi.

12. 1876: Terlihat awan besar dan bongkah laca yang dimuntahkan sejauh 280 m.

13. 1877: Aktivitas bertambah.

14. Desember 1878: Terdengar suara gemuruh selama 10 menit.

15. 5 Juni 1883: Terjadi letusan abu

16. 27 Agustus 1883: Terjadi letusan abu.

17. Desember 1883: Terjadi erupsi kecil.

18. 12 November 1885: Terlihat tiang asap.

19. 31 Maret 1886: Terdengar suara gemuruh sebanyak lima kali dan berlanjut dengan letusan abu disertai pasir.

20. 1888: Terjadi letusan abu dan batu pijar sampai tengah malam.

21. 1889, 1904, 1905, 1908, 1910, 1911, 1913: Terjadi aktivitas namun keterangan kurang jelas.

22. 1916: Terjadi letusan kecil beserta hujan abu dan suara gemuruh.

23. 1918: Dasar kawah merah terlihat.

24. 1919: Terjadi ledakan dan awan abu.

25. 1925: Terlihat sumbat lava hitam pada dasar kawah.

26. 1927: Terdengar suara letusan dengan asap berbentuk kembang kol.

27. 1929: Terjadi letusan abu dan lava pijar terlempar.

28. 1930: Terlihat lava pada rekahan di dasar kawah.

29. 1932: Terjadi letusan.

30. 1949: Letusan abu diawali dengan suara gempa bumi.

31. 1951: Letusan abu dari Kepundan Bungsu.

32. 1952: Asap berbentuk kol kembang setinggi 2000 sampai 3000 m diikuti hujan abu.

33. 1955-1958: Kenaikan aktivitas

34. 1967: Kenaikan aktivitas.

35. 1970: Kenaikan aktivitas

36. 1971: Letusan abu di Kepundan B dan C

37. 1972: Peningkatan kegiatan solfatara di Kawah B dan C dan Bungsu.

38. 1973: Letusan gas asap dalam Kawah Verbeek.

39. 1975: Letusan eksplosif disertai suara gemuruh dan lontaran material pijar dari kawah Verbeek.

40. 1977: Letusan dari kawah Verbeek.

41. 1978: Letusan eksplosif di kawah Verbeek.

42. 1980: Letusan eksplosif dengan suara gemuruh.

43. 1981-1983: Peningkatan aktivitas.

44. 1984: Letusan di Kawah Tuo.

45. 1985: Peningkatan aktivitas.

46. 1987: Letusan eksplosif.

47. 1988: Rentetan letusan eksplosif. Disertai suara gemuruh dan sinar api.

48. 1989: Terjadi letusan eksplosif dengan suara gemuruh dan sinar api

49. 1990: Kembali terjadi letusan eksplosif dengan gemuruh dan sinar api

50. Oktober 2005: Letusan abu terjadi hampir setiap hari.

51. 2017: Terjadi letusan

52. Januari 2023: Kembali erupsi

53. Desember 2023: Terjadi erupsi

Share4Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Redaksi

Redaksi

Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Kuansing

Nenek 75 Tahun Digigit Buaya Saat Cuci Piring di Sungai Kuantan, Luka Korban Dijahit 20 Jahitan

...

Read moreDetails
5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

5 Tempat Makan di Pekanbaru yang Populer dan Enak, Harganya Terjangkau

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

Tak Hanya Cantik, Inilah 5 Manfaat Bunga Krisan untuk Kesehatan

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

iQoo Z11S Bawa Baterai Raksasa dan Android 16, Segini Harganya

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Rekomendasi Skincare Wardah untuk Mengatasi Flek Hitam, Wajah Auto Glowing

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

Next Post
Gunung Marapi Sumbar Masih Erupsi, Ini Daerah yang Berpotensi Terdampak

Ini Cerita Pendaki Asal Riau yang Selamat dari Erupsi Gunung Marapi Sumatera Barat

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.