• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

FMPH Riau Desak Kejati Ungkap Keterlibatan Pejabat Lain di Kasus Korupsi RSUD Bangkinang

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Januari 2022
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Puluhan orang yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Pemerhati Hukum Riau (FMPHR) Kamis 20 Januari 2022, menggelar aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi Riau. Mereka mendesak Kejati Riau mengungkap pejabat lain pada kasus dugaan korupsi RSUD Bangkinang yang saat ini telah ditahan dua tersangka.

Dalam aksinya, puluhan orang ini membentangkan beberapa spanduk berukuran besar, di antaranya bertuliskan “Mendesak Kejati Riau untuk serius dalam mengejar dan menangkap dugaan keterlibatan para pejabat publik di Kampar dan segera terbitkan surat DPO terhadap saksi-saksi yang tidak kooperatif terhadap hukum.”

Mereka juga membentangkan spanduk poster Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Dirut RSUD Bangkinang, drAsmara Fitrah Abadi dan Ketua KONO Kabupaten Kampar, Surya Dermawan. Mahasiswa meminta Kejati Riau berani mengungkap keterlibatan ketiga orang tersebut dalam perkara dugaan korupsi RSUD Bangkinang.

Usai melakukan orasi di depan pagar Kantor Kejati Riau, dua orang perwakilan aksi, Asrizal, diterima oleh Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Riau, Tri Joko SH MH,, Asisten Intelijen, Rahardjo Budi Kisnanto SH MH dan Kasi Penkum dan Humas, Marvelous SH MH, untuk berdialog di ruang PTSP.

Kepada Aspidsus dan Asintel Kejati Riau, perwakilan mahasiswa, mempertanyakan sejauh mana perkembangan penanganan perkara korupsi RSUD Bangkinang, bagaimana keterkaitan ketua KONI Surya Dermawan yang tidak kooperatif.

Pada kesempatan tersebut, Aspidsus Kejati Riau, Tri Joko SH MH, menyampaikan, hingga saat ini pihaknya terus melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi RSUD Bangkinang tersebut. Sementara dua tersangka yang telah dilakukan penahanan, akan segera ke tahap penuntutan. Kedua tersangka yang telah ditahan tersebut yakni MYS, PPK Pembangunan ruang Instalasi Rawat Inap Kelas III RSUD Bangkinang tahun 2019 dan RA, Team Leader Management Konstruksi (MK).

Sementara untuk menetapkan Dirut RSUD Bangkinang, dr Asmara Fitrah Abadi, sebagai tersangka, lanjut Tri Joko, penyidik masih berupaya mengumpulkan dua alat bukti. “Dalam penyelesaian proyek RSUD tersebut, yang bertanggungjawab terhadap pekerjaan adalah PPK, namun jika bisa dibuktikan bahwa ada aliran dana sampai ke Dirut, bisa jadi tersangka. Saat ini masih terlalu sumir,” ujar Tri Joko.

Diketahui, kegiatan pembangunan ruang Irna kelas III di RSUD Bangkinang dilakukan dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kementerian Kesehatan. Pagu anggaran Rp46.662.000.000.

Kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh PT Gemilang Utama Allen selaku pemenang lelang dengan nilai kontrak sebesar Rp46.492.675.038.

Perusahaan ini diduga pinjam bendera. Management Konstruksi (pengawas) dilaksanakan oleh PT Fajar Nusa Konsultan selaku pemenang lelang.

Sampai dengan berakhirnya jangka waktu pelaksanaan 22 Desember 2019 sesuai kontrak, pekerjaan tidak dapat diselesaikan penyedia. Selanjutnya dilakukan perpanjangan waktu 90 hari kalender (sampai 21 Maret 2020) yang dituangkan dalam Addendum Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan. Akan tetapi pembangunan tetap tidak dapat diselesaikan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik oleh ahli fisik terdapat item-item pekerjaan sesuai kontrak yang tidak dikerjakan oleh penyedia. Seperti kamar mandi, lift yang belum dikerjakan, ada beberapa item yang tidak sesuai spek.

Dari  perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor diperoleh nilai kerugian sebesar Rp8.045.031.044,14. Audit dilakukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau. *(bpc17)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post
Honda Forza 125

Honda Forza 125 Resmi Meluncur, Cocok untuk Pecinta Moge

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.