• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 3, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Catatan 11 Juli: Wafatnya KH Idham Khalid

Romi J. by Romi J.
11 Juli 2021
166
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Bicara toleransi dalam Islam, teladani ajaran KH Idham Khalid.

Dia adalah Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) yang paling lama menjabat, yakni 28 tahun. KH Idham Khalid memimpin dan membesarkan NU mulai Desember 1955 hingga tahun 1984.

KH Idham Khalid adalah salah satu tokoh agama yang sangat menghargai perbedaan dan toleransi dalam beragama.

Persahabatan KH Idham Khalid dengan Buya Hamka menjadi saksinya.

Sewaktu menjadi Ketua Umum PBNU, KH. Idham Khalid sering bepergian berdakwah. Tak jarang, dia berdakwah bersama Buya Hamka yang notabenenya seorang Muhammadiyah tulen.

Dalam praktik salat subuh, dua ulama ini tentu berbeda pendapat. Buya Hamka yang Muhammdiyah tentu tidak membaca doa qunut.

Sebaliknya KH Idham Khalid sebagai NU tentu membaca doa qunut.

Dalam perjalananan berdakwah, dua ulama ini secara bergantian menjadi imam salat subuh.

Ketika Buya Hamka yang menjadi imam, dia membaca doa qunut, karena menghormati KH Idham Khalid.

KH Idham Khalid juga melakukan hal yang sama.

Ketika gilirannya menjadi imam salat subuh, karena menghormati Buya Hamka yang Muhammadiyah, dia tidak membaca doa qunut.

Begitulah bentuk toleransi dan kebersamaan yang dicontohkan dua ulama besar ini.

Mereka saling menghormati satu sama lain, tanpa perlu mencaci atau menyalahkan yang lain.

Tanggal 11 Juli 2010, Idham Khalid meninggal dunia di Jakarta di umur 88 tahun. Atas jasanya, KH Idham Khalid diangkat sebagai Pahlawan Nasional. (bpc4)

Sumber: Kata Pengantar Ahmad Syafii Maarif, dalam buku Buya Hamka: Sebuah Novel Biografi, karya Haidar Musyafa, diterbitkan Umania, 2018

Tags: Idham khalidkh idham khalidNU
Share4Tweet3Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Romi J.

Romi J.

Editor: Hendra
Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

PBNU
Berita

Kapan, dan Mengapa NU Didirikan?

...

Read moreDetails
catatan sejarah 31 januari

Catatan  Sejarah 31 Januari: Hari Lahirnya Organisasi Islam Terbesar di Indonesia

Banser lalu lintas ansor anti narkoba

Satuan Khusus Banser dan Ansor, Mulai Dari Densus 99 Lalu Balantas Hingga Badan Ansor Anti Narkoba

Toleransi Muhammadiyah-NU: Buya Hamka dan KH Idham Khalid

Jelang Muktamar NU, Dukungan ke Gus Yahya Mengalir di Medsos

sertifikasi wawasan kebangsaan, jenderal dudung

Ketua PBNU Kritik Menag Yaqut: Pejabat Publik Ngomong Harus Hati-Hati

Next Post

Jadwal Pertandingan Indonesia di Grup G Kualifikasi Piala Asia U-23 2022

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.