• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Vaksin Sempat Memantik Kontroversi, UNICEF Sebut Indonesia Masuk 10 Besar Kasus Campak Rubella

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 Desember 2018
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Data terbaru yang dikeluarkan UNICEF menunjukkan Indonesia dalam tahap waspada Campak Rubella. Kasus Campak di Indonesia masuk 10 besar terbanyak di dunia. 

Salah satu kasus yang paling disoroti adalah Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di Asmat, Papua, pada awal tahun lalu. Kasus ini menyebabkan 79 meninggal dunia. 700 anak lainnya dilaporkan juga terkena Campak.

Pengobatan untuk anak penderita Congenital Rubella Syndrome (CRS) sangatlah mahal. Data UNICEF menyebutkan biaya pengobatan saja bisa menghabiska Rp300 sampai Rp400 juta. 

Pemerintah kemudian memulai vaksinisasi Measle Rubellla (MR) pada akhir Juli 2018. Namun, vaksin MR ini kemudian memantik kontroversi, karena MUI menemukan dalam prosesnya ditemukan kandungan tidak halal.

Akibatnya, banyak warga yang menolak anaknya di vaksinisasi. Di Pekanbaru saja, ribuan orang tua menolak anaknya divaksinisasi. 

Pemko Pekanbaru juga sempat menghentikan pemberian vaksin MR ini pada akhir Agustus 2018. Salah satunya disebabkan banyaknya warga yang menolak vaksin MR.

MUI dan pemerintah kemudian sepakat bahwa dalam kasus ini, situasi darurat bisa diterapkan. Artinya, vaksin ini boleh digunakan, sembari pemerintah harus mencari vaksin yang lebih baik.

Hingga Desember 2018 ini, vaksinisasi MR masih terus dilakukan. Target pemerintah, 70 juta anak Indonesia sudah harus divaksin MR. (bpc2)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%
Berita Pilihan

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

...

Read moreDetails
35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Riau Kejar Sisa Target Investasi Rp24,59 Triliun

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Kondisi Jalan Riau 2026 Masih Tunggu Verifikasi Kementerian PUPR

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

Data Realisasi Investasi Riau hingga September 2026, Cek Selengkapnya

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

New Honda Genio Perkuat Fitur Fungsional dan Efisiensi Harian

Next Post

Perumahan Warga di Sidomulyo Terendam Banjir Hingga Setinggi Dada Orang Dewasa

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.