Trio Rachman Mencuat Lagi

Senin, 22 Februari 2016 12:20

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Aksi Aliansi Mahasiswa Masyarakat dan Pemuda Riau (AMMPERA) yang berlangsung di Jalan Cut Nyak Dien, tepatnya diantara kantor gubernur dan Pustaka Wilayah (Puswil) Pekanbaru, Riau, Senin (22/02/2016), kembali mencuatkan soal dugaan kasus Trio Rachman dalam proyek lelang di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau.

Koordinator Lapangan AMPERA, Erlangga, mengatakan bahwa massa aksi meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar memproses indikasi dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) tersebut.

Mereka menduga adanya praktek monopoli proyek-proyek ilegal di SKPD Pemprov Riau yang melibatkan keluarga Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, yakni Anto Rachman, Plt Gubri sendiri dan Juni Rachman.

“Demi hukum dan keadilan kami bermohon kepada KPK untuk memeriksa kasus ini. Mereka memonopoli proyek dengan melakukan praktek KKN kepada pokja unit layanan pengadaan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau,” katanya.

Baca: Jasa Pengiriman Barang Diprediksi Meningkat 2 Pekan Terakhir Ramadan

Erlangga menambahkan Andi Rachman dengan Kasubag ULP, Edwar, terhadap pihak perusahaan pemegang tender yang terindikasi dugaan, telah merugikan uang negara sekitar Rp 300 miliar dari pagu anggaran pendapatan belanja daerah atau APBD Riau sebesar Rp 2 triliun tahun 2015 lalu.

Massa aksi juga meminta agar Kejaksaan Agung, KPK, dan Mabes Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Sebelum aksi itu berlangsung, menurut Adi, seorang masyarakat yang menyaksikan aksi massa itu, menuturkan bahwa aksi itu sempat dihadangi oleh Pemuda Pancasila (PP). Sebelum aksi itu berlangsung, sejumlah anggota PP mengambil spanduk massa untuk dirusak.

( Baca : Demo Keluarga Plt Gubri, PP Rebut Paksa Spanduk Aksi)

Namun demikian, massa yang melihat kejadian itu langsung melawan dan berusaha merebut kembali sanduk massa aksi yang di rebut oleh anggota PP. Massa aksi sempat mundur, saat anggota PP lainnya menyerang. Namun, seorang pria paruh baya berpakaian putih, berusaha melerai dan mengambil sepanduk tersebut.

“Barulah aksi bisa dilangsungkan. Bapak yang pakai baju putih itu yang merebut kembali spanduk dari tangan PP, baru dibalikkan ke massa. Awalnya hampir bentrok dengan PP,” katanya kepada bertuahpos.com.

Aksi ratusan massa dari AMPERA itu sempat mencuri perhatian ada pengendara di jalan raya. Saat ini, massa aksi sedang melakukan orasinya di dean gedung Kejati Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Riau.

Penulis: Melba