TPID Riau Dikritik Belum Berhasil Atasi Inflasi, Masalah Anggaran Jadi Pembahasan

Sabtu, 06 Februari 2016 11:29

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) belakangan mendapat kritikan dari sejumlah pelaku ekonomi di Riau. Sebab kehadiran tim yang dibentuk oleh Bank Indonesia (BI) bersama pemerintah daerah Provinsi Riau itu belum memberikan pengaruh apapun terhadap pengendalian inflasi di Riau.

Menanggapi hal ini, Kepada BI Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan, bahwa secara hasil kerja TPID Riau sudah memberikan pengaruh terhadap laju inflasi di Provinsi Riau. “Kalau berhasil 100 persen, tentu tidak. Tapi kita sedang tahap upaya untuk menuju ke arah sana. Ini dalam perjalanan,” katanya, Sabtu (06/02/2015).

Ismet mengakui bahwa persoalan inflasi yang terjadi di Riau tidak hanya dipengaruhi oleh dampak distribusi bahan baku di pasaran, tapi masalah komunikasi juga menjadi penghambat dan penyebab munculnya inflasi di Riau. Selain itu, dia juga meyakini bahwa adanya permainan spekulan yang menumpuk barang, akan sangat memberi pengaruh terhadap inflasi. Hal ini kata Ismet tetap harus dilakukan pemetaan kembali untuk mencari soalusinya.

Tim TPID akan mendapat kucuran anggaran dari pusat, Ismet menegaskan bahwa itu bukan hanya sebatas wacana. Dia menegaskan bahwa hal itu sudah dilakukan dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah.

Baca: Hari Kedua Operasi Zebra di Siak, 53 Pelanggar Terjaring Razia

“Hanya saja treatment di Pemerintah daerah itu saja yang berbeda-beda. Ada yang langsung menyikapi itu dengan mengucurkan bantuan lewat APBD. Ada juga daerah yang masih mempertanyakannya, untuk menggunakan dana emergency,” ujarnya.

Namun demikian, pihak legislative dari pusat ingin persamaan persepsi, agar semua daerah bisa melakukan itu. Agar masalah inflasi disetiap daerah cepat dan terus siaga untuk dilakukan pengendalian. Kalau dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), memiliki pos anggaran emergency, tapi penggunaan anggaran itu masih menjadi pertimbangan masing-masing pemerintah daerah. Termasuk juga di Riau.

“Jadi anggaran itu bukan dari Bank Indonesia. Maksud dari legislagi, bagaimana kita bisa tambah anggaran itu. Kalau di Riau, dari APBD-nya sudah dilakukan, hanya saja anggaran itu digunakan sifatnya emergency,” sambungnya.

Tim TPID Riau sempat bergerak pada saat tingginya angka inflasi yang terjadi pada pertengahan tahun 2015 lalu. Dengan melibatkan, pihak dari Pemerintah Provinsi Riau, BI dan beberapa institusi lainnya. (Melba)