Tidak Sesuai Budaya Melayu, MUI Bengkalis Larang Valentine Dirayakan

Selasa, 09 Februari 2016 16:13

BERTUAHPOS.COM (BPC), BENGKALIS– Bulan Februari selalu erat dikait-kaitkan dengan perayaan hari kasih sayang atau valentine day. Namun banyak yang beranggapan valentine yang jadi budaya orang Barat ini cenderung disalah artikan untuk bermaksiat.

Seperti yang dituturkan Ketua MUI Kabupaten Bengkalis, Amrizal kepada kru bertuahpos.com. “Kita menghimbau dan berharap kepada seluruh generasi muda dan umat islam, di Bengkalis agar tidak merayakan valentine day. “ujar Amrizal, Selasa(09/02/2016)

Dari sejarahnya Valentine day atau disebut Hari kasih sayang  yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut, Valentine Day  amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga.

Valentine adalah nama seorang paderi, Namanya Pedro St. Valentino sedangkan 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Spanyol, Paderi ini umumkan hari tersebut sebagai hari kasih sayang karena baginya Islam adalah zalim.

Baca: Polres Rohil Gelar Peringatan Hari Isra Mi’raj

 “Tumbangnya Kerajaan Islam Spanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga kita  Semua Ambil Pengajaran. Jadi mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Spanyol,” kata Amrizal.

Lebih-lebih lagi apabila menjelangnya bulan Februari di mana banyak kita temui lambang-lambang  dan simbol-simbol atau  iklan-iklan,  yang mempomosikan hari valentine day.

Menurut Amrizal Valintine day ini biasanya diperingati   pada setiap tanggal 14 febuari yang merupakan jejak dari tradisi orang kristen Roma. “Jika diukur dari perspektif agama islam  dan budaya  tentu saja hal ini tidak sesuai dengan tradisi orang-orang  melayu dan muslim,” ungkapnya lagi.

Dalam pandangan islam, umat muslim dilarang merayakan valentine day ini karena ini merupakan budaya orang-orang barat, dan jelas-selas  budaya ini bukan bersumber dari islam, melainkan berdasarkan pikiran pikiran orang gereja, dan budaya orang barat. “Apalagi jika hari valentine ini diisi dengan kegiatan  yang cenderung mengarah kearah maksiat, “jelas Amrizal lagi.

Oleh karena itu, lanjutnya, MUI menghimbau kepada umat Islam khususnya generasi muda untuk tidak merayakan valentine day yang jelas tidak sesuai dengan kaedah Islam. “Kepada umat Islam khususnya generasi muda MUI menghimbau jangan bersikap latah, jangan ikut tradisi atau perayaan seperti itu. Apalagi kegiatan yang berujung pada praktek seks bebas, tentu saja itu bertentang dengan nilai agama dan budaya,” ujar Amrizal.

Atas himbauan tersebut agar seluruh generasi muda  islami agar tidak merayakan hari valentine  ini, agar kita tidak mudah terpengaruh oleh budaya-budaya barat.(sifa)