Supaya Limbah Berkurang Plastik Berbayar, Efektifkah?

Senin, 22 Februari 2016 16:40

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Guna mengantisipasi kian bertambahnya sampah limbah plastik. Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup telah menerapkan kebijakan kantong plastik berbayar di 22 kota, termasuk Ibu Kota Provinsi Riau, Pekanbaru.

Beberapa ritel sudah mulai menerapkannya. Seperti Alfamart yang memiliki lebih seratus gerai di Pekanbaru secara resmi menerapkan kantong berbayar. Tiap plastik, konsumen harua membayar Rp 200. Harapannya kebijakan plastik berbayar ini membuat masyarakat mulai mengurangi pemakaian kantong kresek dan memilih bawa tas belanja sendiri.

( Baca : Terapkan Plastik Berbayar, Pengusaha Diminta Tempelkan Stiker Pemberitahuan)

Namun penerapan kantong berbayar ini diragukan sejumlah pihak bakal efektif mengurangi pemakaian plastik. Seperti yang dituturkan Wakil Kepala Kantor Pos Area Pekanbaru, Iwan Gunawan kepada kru bertuahpos.com.

Baca: BI Khawatir, Investasi Jangka Pendek Ancam Ekonomi Riau

“Sebenarnya kurang juga. Yang paling penting adalah memberi pemahaman kepada manusianya. Kalau konsumen tidak paham atau gagal tetap saja akan memakai plastik,” katanya, Senin (22/02/2016).

Bagi Igun begitu ia akrab disapa, masyarakat harus betul-betul memahami pentingnya kebersihan dan pentingnya untuk bisa memilah sampah organik dan non organik seperti plastik dan kertas. Sehingga sampah-sampah yang dipisah tersebut dapat didaur ulang kembalu. “Jadi tidak mengotori dan membahayakan lingkungan kita,” katanya.

Namun dirinya tetap memberikan apresiasi kepada pemerintah yang sudah mengeluarkan kebijakan plastik berbayar tersebut. Sehingga ke depan masyarakat mulai terbiasa membawa tempat belanja dari rumah.

(Baca: Kebijakan Kantong Plastik Berbayar, Pedagang khawatir Konsumen Komplen)


Hal yang sama juga dilontarkan Wakil Kepala Cabang JNE Pekanbaru Zulheri Adha. Hanya saja dirinya belum bisa menilai apakah plastik berbayar punya efek terhadap pengurangan limbah plastik.

“Efektif tidaknya kita belum tahu. Karena itu balik lagi pada masyarakatnya,” sebut Heri.

Selain kebijakan plastik berbayar ini, bagi Heri perlu pula adanya satu kumunitas yang bergiat pada antisipasi pemakaian kantong plastik atau kresek ini.

“Yang perlu dimunculkan itu adalah komunitas yang peduli untuk mengurangi limbah kantong plastik. Semakin banyak aksi nyata mereka di masyarakat bahkan hingga menjadi tren baru, maka menurut saya dampaknya akan jauh lebih luas,” katanya.

( Baca : Masyarakat Diminta Bijak Gunakan Kantong Plastik)

Seperti yang diketahui Ketua Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Pekanbaru, Zulfikri menyampaikan pemakaian plastik kalau tidak dikendalikan maka pada 2050 jumlah sampah bisa lebih banyak ketimbang ikan di lautan.

” Plastik itu sendiri bila dilakukan pembakaran akan menjadi logam, dan memiliki unsur dioksin serta furan yang bila terhirup manusia, maka akan menjadi pemicu kanker. Penerapan kantong plastik berbayar ini cukup efektif untuk mengurangi jumlah sampah yang tidak akan terurai,” katanya kepada bertuahpos.com beberapa waktu lalu.

Penulis: Riki