SPBU Inhil Terbakar, Ini Kata Pertamina

Jumat, 19 Februari 2016 17:00

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Akibat dari dugaan pengendara yang enggan mematikan mesin ketika mengisi BBM, sebuah SPBU di Jalan Provinsi Parit 4, Kelurahan Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan terbakar.

Kebakaran yang terjadi pada pukul 12.00 WIB siang tersebut sontak membuat kaget para petugas SPBU. Akibatnya, pemilik kendaraan Mariunita Pilantina mengalami luka bakar dan langsung di bawa ke rumah sakit Tembilahan.

Ketika dikonfirmasi kepada pihak Pertamina melalui Area Manager Communication & Relation PT Pertamina (Persero) Sumbagut, Fitri Erika, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada pihak SPBU dan mitra usaha tentang keselamatan kerja.

“Pertamina secara terus menerus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh SPBU. Tidak hanya SPBU saja, mitra usaha lainnya akan aspek safety dan keselamatan kerja juga perlu dilakukan,”katanya kepada bertuahpos.com melalui Whatsapp miliknya, Jumat (19/2/2016).

Baca: Ratusan Anak Tak Tertampung di SMA Negeri, DPRD Bukittinggi Panggil Disdik

Untuk itu, secara rutin Pertamina juga akan melakukan pelatihan mengenai pentingnya aspek keselamatan kepada operator dan pengawas SPBU itu sendiri. Hal ini mengingat resiko di SPBU dalam pengelolaan BBM merupakan bahan yang mudah terbakar.

“SPBU sendiri juga diwajibkan memiliki sarana dan fasilitas pemadaman seperti alat pemadam api ringan dan harus di cek secara berkala. Pertamina menghimbau kepada masyarakat untuk peduli kepada keselamatan bersama,” tutupnya.

Dilansir dari Detik, SPBU tersebut terbakar karena di duga akibat pemotor yang tak matikan mesin saat isi bensin. Menurut Kapolres Inhil, AKBP Hadi Wicaksono menjelaskan, kebakaran ini terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Dalam peristiwa ini satu orang mengalami luka bakar.

Dirinya menjelaskan, sebelum kebakaran pemilik motor sendiri sempat bersitegang dengan petugas SPBU. Petugas SPBU meminta pemilik motor untuk mematikan mesinnya saat melakukan pengisian.

“Saat itu terjadi pertengkaran karena pemilik motor menolak mematikan mesinya. Petugas terus memaksa, namun tetap ditolak yang akhirnya tetap diisi,” kata Hadi.

Saat pengisian berlangsung, lanjutnya, ternyata premium meluber. “Dari bagian busi motor memercikan api. Inilah yang akhirnya menyulut api dan membakar pengisian BBM. Pemilik motor juga turut terbakar,” kata Hadi. (iqbal)