Sikap Gubri Menuai Komentar di Dunia Maya

Sabtu, 19 April 2014 10:18

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU- Rekaman Gubernur Riau (Gubri) Anas Makmun yang kelepasan bercarut masih jadi perbincangan hangat. Tak hanya di media massa, bahkan di forum diskusi terbesar seperti kaskus.co.id turut menjadi pembahasan kaskuser (sebutan anggota Kaskus).


“Mari dukung gubrenur tegas ini jadi capres poros tengah. Tegas banget, beda dgn si jokowow. Btw ada yang tau kata lengkap dari p***** yang disensor?” tulis aceminus, Kaskus Addict.


Begitulah screenshot postingan Kaskuser (Sebutan akun Kaskus) atas nama aceminus yang di posting di Forum Terbesar di Indonesia Kaskus.co.id.


Kalimat itu sebagai respons dari pemberitaan sebelumnya tentang berita Ditanya Dinasti Gubernur Riau Keluarkan Kata Kotor, yang menuai kritikan rakyat Riau.
Postingan yang berjudul { Tegas gan beda dgn Jokowow! } Ditanya Dinasti Gubernur Riau Keluarkan Kata Kotor ini telah di komen puluhan akun, pada Jumat pukul 08.48 pagi.

Baca: Banjir Riau, Gubri: Kampar Masih Aman


Kontan saja pertanyaan menggelitik itu disambut dengan jawaban nyeleneh dari seluruh pembaca seluruh Indonesia. Bahkan ada yang salah mengasumsikan seperti akun bernama Setech yang menjawab, “Mungkin pukimak gan.” Ada juga yang malah menyalahkan wartawannya, “Justru wartawannya yg somplak. Gw bilang jg apa, di daerah mah politik dinasti biasa ja, didukung malah. Wong masyarakat dsna adem2 aja kok. Wartawannya aja yg keabisan bahan berita, prettttt….” sebut Maga Minik.


Malahan ada yang mendukung orang nomor satu di Riau sebagai Presiden, seperti yang ditulis Mr. Bombat, “juara banget nih gubernur, vote for president lah”


Namun tak semestinya masyarakat ikut latah menyebut kata kotor yang tak seharusnya. Supaya anak dibawah umur tidak tahu tidak terpengaruh dan tetap menjaga marwah Riau sebagai negeri Lancang Kuning yang bertuah.


Sebenarnya tak hanya di dunia maya yang mengkritisi. Masyarakat di Riau juga memberikan kecaman. “Ya ampun orang nomor satu di Riau kok  kayak gitu omongannya, kayak tidak terpelajar saja tidak bisa. meredam emosi,” ujar Rini Dosen Stikes


“Mungkin karna atuktu orang asli kampung jadi bahasanya nggak terjaga, kemudian atuk tu kurang kompeten dalam memimpin, dan menganggap semuanya gampang aja untuk di lakukan,” jelas Yulisha Mahasiswa pasca Sarjana UR. (riki/yogi)