• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Sejarawan: Pemerintah Tidak Perlu Minta Maaf kepada PKI

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 September 2017
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Sejarawan Riau, Suwardi MS meminta agar pemerintah tidak meminta maaf kepada PKI. Hal ini diungkapkan Suwardi ketika ditemui bertuahpos di kantornya di Jalan Pattimura, Pekanbaru. 

Dia menanggapi soal ideologi PKI secara keseluruhan, dan tidak membahas soal konten film PKI yang kini ramai akan dipertontonkan kembali. 

Pernyataan Suwardi ini, juga berkaitan dengan hadirnya anak dari Ilham Aidit dan Bedjo Untung yang muncul di televisi belakangan ini. Mereka meminta agar peristiwa sejarah soal PKI diubah dan menyatakan bahwa ayah mereka tidak bersalah. Oleh sebab itu anak dari Ilham Aidit dan Bedjo Untung itu mendesak agar pemerintah minta maaf.

“Apa yang perlu dimintamaafkan. Negara tidak perlu minta maaf. Mereka harus sadar, kalau ideologi mereka bertentangan dengan Pancasila,” ujar Suwardi, Jumat (22/9/2017).

Baca: Saksi Hidup: Kekejaman PKI Bukan Dongeng

Dukung Pemutaran Film G30S/PKI, Sejarawan: Pengingat Kekejaman PKI

KPID Riau Akan Pantau Pemutaran Film G30S/PKI

Suwardi melanjutkan bahwa PKI hidup di negara yang berdasarkan ketuhanan. Selain itu, PKI juga telah melakukan pengkhianatan, sehingga tidak perlu bagi pemerintah untuk meminta maaf.

“Mereka harusnya sadar, mereka hidup di negara berasaskan Pancasila yang berdasarkan ketuhanan. Mereka juga telah melakukan pengkhianatan, bahkan hingga tiga kali. Kenapa negara harus minta maaf,” tambah Suwardi. (cr1)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama
Nasional

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Next Post

Harga Ikan Laut Merangkak Naik

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.