Rumah Gadang Suku Kampai Hangus Terbakar

Rabu, 02 Maret 2016 13:21

BERTUAHPOS.COM, PAYAKUMBUH – Warga Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat, dikejutkan dengan kobaran api besar yang menghanguskan rumah gadang  milik Suku Kampai Dt. Penghulu Rajo Nan Data sekitar Pukul 5.45 Wib Rabu (2/03/2016) usai sholat shubuh.

Kobaran api begitu cepat, hanya berselang beberapa menit bangunan rumah adat milik kaum suku Kampai luluh lantak. Beruntung petugas Damkar Payakumbuh, Limapuluh Kota, dibantu Damkar Bukittinggi, Kabupaten Agam, dan Kota Padangpanjang, berhasil menjinakkan api, sehingga tidak merembet kebangunan rumah disekitarnya.

Namun, saat api membesar dua orang penghuni rumah masing-masing, Caca (10) kelas IV Sekolah Dasar Negeri 28 Parit Rantang, dan adiknya Rafli (7) kelas I SDN yang sama, tidak sempat menyelamatkan diri di tengah kobaran api. Sehingga keduanya ikut terbakar bersama bangunan rumah Gadang.

Sedangkan ibunya Efi (40) bersama anak sulungnya Kiki (13), berhasil menyelamatkan diri disaat api sudah membesar. Sementara suami Efi, Doni (45) sedang tidak berada dirumah, karena bekerja bangunan (tukang) di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota.

Baca: Walikota Pekanbaru Deadline SKPD Selesaikan Tugas

Mengetahui kedua anak tidak berhasil selamat dari kobaran api, Efi tak kuasa menahan kesedihan, hingga api berhasil dijinakkan. Kesedihan Efi semakin dalam saat mengetahui kedua anak kesayangannya sudah hangus terbakar.

“Memang ada dua orang anak kami anggota kelurga besar Dt. Penghulu Rajo Nan Data ikut jadi korban kebakaran. Keduanya tidak sempat menyelamatkan diri sehingga saat api padam ditemukan sudah hangus.

Sedangkan kakaknya Kiki dan ibunya berhasil keluar dari kobaran api dan selamat,” jelas salah seorang Family korban dan juga anak keponakan Kelurga besar Dt. Penghulu Rajo Nan Data, Jentral, Rabu (2/03/2016) beberapa jam setelah kebakaran.

Hingga kini aparat Kepolisian terus menyelidiki penyebab kebakaran. Namun dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik. Ada juga yang menyebut karena TV milik keluarga Efi meledak dan menyebabkan terjadinya kebakaran. (khatik)