• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Rampogan Macan, Tradisi Mengerikan Harimau Melawan Manusia

Tim Redaksi by Tim Redaksi
27 Februari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Apa yang terjadi jika manusia bertemu harimau? Pastinya lari menyelamatkan diri, seperti kejadian warga yang bertemu harimau di Rengat Barat baru-baru ini.

Namun, di Kerajaan Mataram pada abad ke-17 ada tradisi untuk menangkap harimau dan mengadunya dengan kerbau. Harimau dianggap nafsu dan niat jahat, sementara kerbau dilambangkan sebagai kendaraan manusia di akhirat. Kerbau menang.

Abad ke-18, tradisi ini agak berubah. Yang dilawan harimau bukan lagi kerbau, tapi manusia. Tradisi ini dinamakan rampogan macan, dan diselenggarakan di Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Rampogan macan diadakan setiap perayaaan Idul Fitri dan tahun baru Islam.

Sistemnya, harimau ditangkapi dari hutan dan dibawa ke alun-alun. Kemudian, ratusan dan bahkan ribuan pria bertombak mengelilingi sang harimau dengan tombaknya.

Setiap harimau ingin berlari keluar di titik manapun, akan ada belasan mata tombak yang terarah pada dirinya dan melukai sang harimau. Saat itu, semua orang berlomba menunjukkan kesaktian tombaknya.

Apa yang terjadi jika harimau menolak memberontak? Maka orang-orang akan berteriak dan membunyikan marcon, supaya sang harimau mengamuk dan menerjang barikade tombak untuk menuju kematiannya.

Untungnya, tradisi mengerikan ini dilarang oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1905. (bpc2)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Sandiaga Uno didesak mundir dari gerindra
Edukasi

Sandiaga Uno Borong 9,5 Juta Saham MUTU Senilai Rp999 Juta

...

Read moreDetails
Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Puma Menghadirkan Sepatu Lari Tanpa Pelat dengan Teknologi Nitrofoam, Cocok untuk Easy Run

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Next Post

Dipasang Kamera Pengintai untuk Pantau Perilaku Harimau yang Tinggal di Belakang Rumah Warga di Inhu

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.