• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pulau Padang Memanas, RAPP Kangkangi SK Menhut

Tim Redaksi by Tim Redaksi
18 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Sejak Kamis pagi tadi, (18/9/2014) masyarakat Desa Bagan Melibur berkumpul di Kantor Kepala Desa Bagan Melibur-Pulau Padang Kecamatan Merbau. Mereka bersepakat untuk bersama-sama turun ke hutan yang juga merupakan batas antara Desa Bagan Melibur dengan Desa Lukit.
 
Pasalnya, lebih kurang 2 minggu ini Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP) kembali melakukan operasionalnya di dalam wilayah Desa Bagan Melibur. Padahal sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan pihak perusahaan untuk tidak melakukan oprasional di dalam wilayah Desa Bagan Melibur selama proses penyelesaian konflik dan adanya titik temu yang disepakati.
 
Dilansir dari laman gagasanriau, disebutkan kondisi di lapangan ada 8 unit alat berat yang sedang melakukan pekerjaan berupa penebangan, land clearing dan juga mengangkut kayu-kayu yang sudah lama ditebang. 
 
Sedangkan bila merujuk pada SK Mentri Kehutanan No. 180/Menhut-II/2013 bahwa Desa Bagan Melibur dikeluarkan dari areal konsesi PT. RAPP. Berdasarkan itulah masyarakat menolak RAPP bekerja di Desa Bagan Melibur. Hal ini yang disampaikan oleh Sumarjan tokoh masyarakat Desa Bagan Melibur.
 
Selain itu bila hutan yang ada habis maka masyarakat akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan akan kayu sebagai bahan baku kebutuhan membuat rumah dan hasil hutan lainya yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.
 
Mereka selama ini memiliki pola dan kearifan lokal dalam mengelola hutan sehingga hutan tidak menjadi gundul dan rusak. Hal ini terbukti bertahun-tahun sehingga hutan masih terjaga dengan baik secara turun temurun.
 
Masyarakat tidak menginginkan hutan alam yang ada di desa mereka dijadikan areal konsesi RAPP bukan karena mereka menginginkan agar lahan tersebut bisa mereka kuasai dan di habisi hutanya, mereka sadar bahwa apabila hutan alam habis maka akan berdampak terhadap kehidupan mereka.
 
Seperti, banjir, kekeringan, kebakaran dan hewan liar serta hama yang akan menyerang ke kebun-kebun dan perkampungan. Demikian penyampaian dari Syahrudin Koordinator Wilayah (Korwil) JMGR (Jaringan Masyarakat Gambut Riau) Kabupaten  Kepulauan Meranti.
 
“Dengan kembali bekerjanya perusahaan di wilayah Desa Bagan Melibur seakan-akan mengangkangi Pemda Kabupaten Kepulauan Meranti, karena persoalan tapal batas desa dan konflik RAPP ini sedang dicarikan solusinya dan sudah ada kesediaan dari Bupati untuk memfasilitasi masyarakat untuk menyelesiakan persoalan ini. Dan dalam waktu dekat ini sudah direncanakan untuk perwakilan masyarakat Desa Bagan Melibur bersama Pemda Meranti untuk ke Jakarta menemui pihak Kementrian Kehutanan”tambah Syahrudin.(*)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari
Lifestyle

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

...

Read moreDetails
WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Zontes ZT368-G ETC, Maxi Scooter dengan Fitur Premium dan Performa Mesin Besar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

Hyundai Ioniq 9, SUV Listrik Premium Ruang Kabin Lega Harganya Rp1,6 Miliar

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

TVS Ronin Agonda, Motor Retro dengan Fitur Modern, Harga Rp37 Jutaan

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

Hyundai Tucson 2027 Hadir dengan Gleo AI dan Simak Keunggulan Lainnya

Next Post

Penyerapan APBD Murni Pekanbaru di Bawah 50 persen

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.