Polisi Tetapkan Seorang Dokter Sebagai Tersangka Penganiayaan

Minggu, 22 September 2013 08:25
BERTUAHPOS, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru menetapkan seorang dokter wanita Ronika S sebagai tersangka kasus penganiayaan pembantunya. Namun polisi belum melakukan penahanan.
 
Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Sabtu (21/9/2013) di Pekanbaru. Menurut Arief, para medis ini diduga melakukan penganiayaan terhadap pembantunya, Ancelia Boekletes (14) asal Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
 
Bocah bawah umur ini melarikan diri dari rumah majikannya di Jalan BaktiNo 02, RT01 RW12, Tangkerang Barat, Marpoyan Damai Pekanbaru, pada Kamis (19/9/2013) malam.
 
“Korban yang berhasil keluar dari rumah majikannya, lantas ditolong warga sekitar. Dari sana warga pun turut mendampingi korban melaporkan dugaan penganiayaan itu ke polresta,” kata Arief.
 
Pengakuan korban AB, kepada penyidik, selama bekerja 9 bulan selalu mendapat perlakuan kasar dari majikannya. Tanpa ada alasan yang jelas, kadang korban dipukul pakai ikat pinggang, ditampar dan pernah ditusuk pakai gunting.
 
“Ibu itu sangat pemarah sekali. Setiap hari kerjanya marahi-marah dan memukuli saya,” kata korban dengan lugunya.
 
Korban juga mengaku, selama bekerja 9 bulan belum terima gaji. Malah makan juga dibatasi hanya boleh sekali saja. “Saya tak tahan terus menerus dipukuli, makanya saya melarikan diri dan ditolong warga,” kata korban.
 
Kasat Reskrim menambahkan, pihaknya kini terus mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penganiayaan tersebut. Jika bukti cukup, polisi akan menahan Ronika.
 
 
 
(detik.com)