Plt Gubri Sebut Teknologi di Badan Kepegawaian Belum Modern

Kamis, 10 Maret 2016 15:11

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, menilai bahwa pencatatan data pegawai negeri sipil atau PNS di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau masih jauh dari kata modern. “Kita juga untuk data kepegawaian kita belum modern menurut saya,” katanya.

Dia meminta kepada Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Provinsi Riau, Asrizal, supaya perkembangan teknologi pembantu untuk kepegawaian harus dilakukan pembaharuan.

“Kan teknologi sudah ada. Gunakan teknologi itu dalam prosedur penempatan pegawai kita di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau,” katanya.

Akibatnya, kata Andi Rachman, sejak awal Pemerintah Provinsi Riau mengaku kesulitan untuk melakukan proses pengisian kekosongan pegawai di intasnsi Pemprov Riau sendiri. Dia mengakui bahwa untuk melakukan penyusunan kekosongan jabatan itu tidak gampang.

Baca: Ini Jawaban Plt Gubri Soal Perdagangan Lintas Batas di Inhil

“Saya punya pengalaman diawal-awal dulu saya sendiri ikut terjun dalam penyusunan kekosongan pejabat. Itu tidak gampang memang. Karena begitu ini digeser, nanti yang ini digeser lagi. Begitu terus. Jadi kalau digeser satu orang itu bisa menggeser puluhan orang pegawai,” sambungnya.

Menurut dia, jika BKP2D punya teknologi bagus tentang kepegawaian, tentunya proses pengisian kekosongan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau tidak serumit itu. Dia meminta kepada BKP2D, bahwa masalah teknologi juga harus menjadi prioritas perbaikan instansi itu. Mengingat soal kepegawainya juga mejadi bagia terpenting untuk terus dilakukan permbaharuan teknonogi.

Dia mencontohkan, seperti diangkatnya Kaharuddin sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) yang baru dilanting hari ini. Tentunya jabatan sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Riau mengalami kekosongan. Sementara Pemerintah Provinsi Riau sendiri harus melakukan proses pengganti, kepada pejabat lain untuk mengisi kekosongan itu. Dengan kata lain, akan membutuhkan proses yang sangat panjang dan waktu yang tidak sebentar.

“Untuk kekosongan itu akan segera ditutupi. Saya sudah minta di BKP2D untuk mengisi kekurangan itu. Tidak hanya di Dinas Pendidikan, tapi juga di instansi pemerintah lainnya. Saya sadah konsultasi dengan Pak Asrizal, supaya kekosongan-kekosongan jabatan di dinas itu bisa dilakukan secepatnya,” kata Andi Rachman

Penulis: Melba