BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Maraknya peredaran uang palsu sebulan menjelang bulan Ramadhan ini kian meresahkan masyarakat. Pemerintah Provinsi Riau mendesak sejumlah lembaga terkait untuk bertindak cepat dan mengusut peredaran uang palsu tersebut.
Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman meminta lembaga khususnya yang bergerak dibidang perbankan seperti Bank Indonesia secepatnya turun tangan untuk mengatasi hal ini. Mengingat ketertiban bulan Ramadhan harus dijaga dari hal-hal yang meresahkan masyarakat. (Baca : Hati-hati! Uang Palsu Mulai Beredar di Panam dan Sekitarnya)
Dia bahkan menyadari bahwa lembaga perbankan dan aparat kepolisian sudah mengetahui peredaran uang palsu yang sempat terjadi di Panam baru-baru ini. “Kita minta harus dicari betul. Karena kita menyadari juga. Melihat mana uang yang palsu atau tidak memang tak mudah,” katanya.
Menurut Andi Rachman desakan itu harusnya tidak muncul dari pemerintah saja, melainkan lembaga terkait juga ikut bertanggungjawab terhadap masalah ini. Sebelumnya, Uni, seorang pedagang kue di Jalan Suka Karya, Panam resah dengan adanya oknum pengedar uang palsu. (Baca : Kenali Ciri Uang Palsu yang Beredar di Pasaran)
Dirinya sendiri baru-baru ini menjadi korban.Kepada bertuahpos.com, Uni menceritakan ada seorang pria berbelanja di tempatnya dengan menggunakan pecahan Rp 50 ribu. Setelah lelaki itu pergi dan dirinya menghitung hasil jualan, Uni curiga, pada pecahan uang tersebut.
“Uangnya lebih kecil, tidak ada bayangan orang kalau diterawang. Pas ditengok teliti memang warnanya agak kabur,” tuturnya.
Uni merasa terpukul, tak menyangka telah menjadi korban. Dirinya pun berencana melaporkan hal ini kepihak kepolisian. Sebab dirinya menduga ada korban lainnya yang mengalami hal serupa.
“Saya Sudah bilang suami saya, kalau ketemu yang gitu lagi lapor ke polisi, biar ditangkap orangnya,” sebutnya dengan kesal. (melba)
Â









