• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pengalaman Mengerikan Kadaops Manggala Agni Siak, 4 Hari Pacet di Hidung Hingga Sebesar Kelingking

Tim Redaksi by Tim Redaksi
13 April 2019
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ada banyak pengalaman mengerikan yang dialami oleh Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Siak. Mulai dari suara-suara menyeramkan pada saat proses pemadaman api di tengah hutan belantara ketika malam hari, hingga diganggu binatang buas.
 
Pengalaman mengerikan juga pernah dialami oleh Kepala Daops Siak, Syailendra Djawar kepada bertuahpos.com. Sambil berbincang usai makan malam di salah satu rumah warga di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau, pada Rabu malam, 10 April 2019, Djawar berkisah bahwa dia pernah punya pengalaman tak biasa saat padamkan api.
 
“Waktu itu sehabis madamkan api, saya dan anggota pulang ke rumah, tiba-tiba saya mimisan. Hidung keluar darah. Saya memang selalu mimisan sejak dulu, jadi tidak begitu heran,” ungkapnya.
 
Namun semakin hari, darah mengucur dari hidungnya semakin sering. Bahkan hingga 3 sampai 4 kali dalam sehari. Dengan kondisi itu, Djawar sempat khawatir akan kesehatannya. Kemungkinan bisa saja karena faktor sering terpapar asap dan angin malam, sebab terlalu sering turun memadamkan api di lahan yang terbakar, hingga berpengaruh terhadap kesehatannya. Kondisi dengan hidung mimisan itu dia alami kurang lebih 4 hari.
 
Dihari keempat itulah, setelah mandi dan berpakaian rapi sebelum ke basecamp, saat Djawar menyisir rambut di depan cermin, tiba-tiba hidungnya kembali mengeluarkan darah lumayan banyak. Setiap kali darah dibersihkan dengan handuk kecil selalu  keluar lagi.
 
Djawar kemudian memperhatikan hidungnya lebih dekat dari cermin. Dia kaget tatkala melihat ada sesuatu di lubang hidung sebelah kanannya. 
 
“Ekor pacet keluar sedikit. Saya kaget. Pas saya tarik enggak bisa, masuk ke dalam. Akhirnya saya tunggu (ekor pacet) keluar lagi. Saya sudah siap dengan handuk kering. Pas keluar langsung saya tarik,” ungkapnya. 
 
“Seketika itu bagian hidung dekat mulut sudah penuh dengan darah. Saya lihat pacetnya sudah sebesar kelingking saya. Ya, sudah 4 hari dia di dalam (hudung),” ujarnya sambil tertawa.
 
Pacet adalah jenis binatang penghisap darah tak bertulang belakang. Pada tubuhnya terdapat alat pengisap yang digunakan untuk menempel pada tubuh inangnya. 
 
Pada saat mengisap, pacet mengeluarkan zat penghilang rasa sakit dan mengeluarkan zat anti pembekuan darah sehingga darah korban tidak akan membeku. 
 
Setelah kenyang mengisap darah, pacet akan menjatuhkan dirinya. Bentuk tubuhnya pipih, warna kecokelatan, dan bersifat hemaprodit. (bpc3)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Harga Bawang Putih di Pekanbaru Melonjak Naik Hingga Rp34 Ribu per Kilogram

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.