• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Pembeli Risau dengan Fluktuatif Harga Cabai dan Bawang, ini loh Penyebabnya!

Tim Redaksi by Tim Redaksi
14 April 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Komoditas kebutuhan pangan seperti cabe dan bawang termasuk yang paling rentan mengalami fluktuasi harga. Kondisi ini sering kali membuat masyarakat selaku pembeli kebingungan dalam menentukan pengeluaran belanja harian.
 
Seperti yang diutarakan Mirna, seorang ibu rumah tangga yang merasa kebingungan dalam mengatur pengeluaran harian. “Jelas bingunglah, kemarin tetangga saya beli cabe merah harganya Rp 12 ribu perkilonya jelang satu hari, harga cabe naik jadi Rp 19 ribu perkilo. Walaupun ini sudah sering terjadi, tapi kalo begini kan susah ngatur pengeluaran, bagi kami ibu rumah tangga” ujarnya pada bertuahpos.com Selasa, (14/4/2015).
 
Hal senada juga diungkapkan para pedagang. Salah satunya Nur, pedagang eceran bawang dan cabe di Pasar Cik Puan, Pekanbaru. “Kami sebagai pedagang juga bingung, karena dari agennya sudah seperti itu. Contohnya harga bawang merah ini, masih naik di harga Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu per kilonya. Alasanya beragam, Kadang dari agen bilang jalan longsor, putus bahkan tadi malam mobil bawang ditilang polisi itu lah kendalanya yang buat jadi naik-turun,” ungkapnya.
 
Ismail, pedagang sayur ini menambahkan, “Kalau bawang dan cabe itu memang kita lebih bergantung pada daerah Medan dan Jawa. Yang Bukit Tinggi hanya 25 Persen saja, jadi kalau di daerah sana terjadi bencana alam, otomatis disini juga kena imbasnya,” bebernya. (nova)
Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal
Teknologi

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

...

Read moreDetails
Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

Jumlah Investor Pasar Modal Riau Justru Melonjak di saat IHSG Anjlok, Apa yang Terjadi?

5 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa Teknik Mesin Terbaik dengan Spek Tangguh

5 Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa Teknik Mesin Terbaik dengan Spek Tangguh

Spesifikasi Infinix GT Watch 5 Pro, Smartwatch Dibekali dengan Teknologi Gaming

Spesifikasi Infinix GT Watch 5 Pro, Smartwatch Dibekali dengan Teknologi Gaming

Polres Kuansing Musnahkan 23 Unit Rakit dan Mesin PETI

Polres Kuansing Musnahkan 23 Unit Rakit dan Mesin PETI

Karhutla Riau 2026, WALHI: Tanpa Kebijakan Tegas, Status Siaga Darurat Hanya Respon Administratif di Atas Kerkas

Rp30 Miliar Dana Bantuan Karhutla Riau Masuk APBDP

Next Post

Soal KB, Belum Ada Daerah yang Bisa Dicontoh

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.