Pedagang Minta Pemerintah Beri Subsidi Minyak Goreng Kemasan

Jumat, 04 Maret 2016 14:26

BERTUAHPOS. COM (BPC),BENGKALIS- Pedagang  gorengan dan ibu rumah tangga kecamatan Bengkalis,Kabupaten Bengkalis, merasa keberatan atas peraturan  yang telah diputuskan oleh pemerintah bahwa para pedagang tidak boleh lagi menjual minyak curah mulai akhir bulan ini. Dinas perdagangan dan Perindustrian telah memperingati para penjual agar tidak menjual minyak curah lagi, hal ini sesuai dengan peraturan mentri Perdagangan  nomor 80 tahun 2014 yang mewajibkan minyak goreng yang dijual harus minyak yang sudah dikemas dan memiliki standar SNI. karena minyak yang berstandar SNI ini sudah dijamin kualitasnya dan baik  bagi kesehatan kita

Menurut Asing (48) pemilik kedai  yang sehari-harinya menjual  sembako dan kebutuhan  lainya mengatakan kepada bertuahpos,Jumat(4/03/16) mengenai keberatannya terkait peraturan tersebut.

“ Saya sebagai penjual juga merasa keberatan atas  larangan menjual minyak curah ini, karena kebanyakan masyarakat disini juga banyak yang membeli minyak curah, karena  minyak curah  ini harganya relatif  lebih murah dan bisa di beli sedikit-sedikit, jika mereka membeli minyak kemasan harganya  jauh  lebih mahal. “ujar asing.

keluhan ini juga disampaikan oleh ibu mirna (47) selaku pedagang gorengan dan ibu rumah tangga. “ Saya juga mendengar kabar tersebut dan merasa  keberatan. Karena harga minyak curah  ini lebih murah, dan bisa dibeli  secara eceran , dan saya sebagai ibu rumah tangga juga harus mengeruk kantong lebih dalam untuk kebutuhan sehari-hari jika harus membeli minyak kemasan,”Ujar Mirna.

Baca: Tim Karhutla Mabespolri Akan Turun Ke Riau

Sebagai pedagang gorengan, tentunya Mirna lebih banyak membutuhkan minyak goreng. Wajar saja jika dirinya merasa keberatan atas ketentuan pemerintah tersebut.

“Saya berdagang gorengan itu, sehari-harinya butuh minyak goreng dan saya juga udah biasa menggunakan minyak curah ini. Untuk menekan biaya modal berjualan. sehari-hari saja saya bisa menghabiskan 4 sampe 5 kg minyak goreng, jika minyak curah tidak dijual lagi saya harus mengeluarkan biaya lebih besar, sedangkan harga gorengan itu tetap 1000 per buahnya, ujar Mirna.

Jika larangan tersebut direalisasikan, dirinya berharap agar pemerintah memberikan sedikit subsidi  terhadap minyak goreng kemasan ini, karena kebanyakan masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah akan merasa kesulitan bila harus membeli minyak goreng kemasan yang harganya lebih mahal daripada minyak goreng curah.

Penulis : Sifa