• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ombudsman Riau Banyak Terima Laporan Honorer K-II

Tim Redaksi by Tim Redaksi
11 Februari 2015
Share on FacebookShare on Twitter
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Ombudsmen Wilayah Riau menyebutkan Sepanjang Januari 2015 sedikitnya sudah ada 35 kasus yang masuk ke meja Ombudsman. Sebagian besar kasus tersebut adalah laporan hohorer K II yang mempertanyakan nasib status kepegawaian mereka.
 
Ketua Ombudsman wilayah Riau Ahmad Fitri kepada BertuahPos.com mengatakan sejumlah honorer K II Pemprov Riau memang sempat membuat laporan tertulis ke Ombudsman. 
 
Pihak Ombudsman sendiri mengaku sudah menemui Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Riau. Jawabannya memang Plt Gubri Arsyadjuliandi Rachman belum mau menandatangani surat pengangkatan tersebut.
 
“Jawab dari BKN memang itu. Persoalannya memang di SPTJM yang belum ditandatangani oleh Plt Gubri,” tambahnya.
 
Untuk sementara ini, sejumlah honorer K II hanya menunggu penandatangan Surat Pertanggungjawaban Mutlak (SPTJM) itu. Informasi yang diterima Ombudsman, Plt Gubri masih enggan menandatangani karena ada beberapa redaksi dirubah, agar tidak tersangkut masalah hukum kedepananya.
 
Ombudsman menindaklajuti aduan ini dengan cara meminta klarifikasi dari pihak-pihak terkait soal permasalahan ini. Pihak BKN maunya SPTJM itu sesuai dengan yang sudah mereka tetapkan. Sementar jawaban dari BKD menyebutkan bahwa Plt Gubri tetap tidak ingin menandatangani karena di khawatirkan ada sanksi pidana. Sementara pihak kepegawaian ngotot redaksionalnya tidak bisa dirubah.
 
Sebab itu Ombudsman mengimbah agar seratusan hinorer K II tersebut untuk bersabar. Yang paling penting pengangkatanya tetap diproses, hanya saja agak lambat. (melba)
Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu
Otomotif

Inilah Tips Membedakan Busi Asli dan Palsu

...

Read moreDetails
Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Yamaha MT-15, Motor Sport Naked Mesin SOHC VVA Harganya Rp41 Jutaan

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Mengenal Ferrari 296 GT Modificata, Supercar Two Seater yang Diproduksi Terbatas

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Next Post

Disperindag Rohil Harus Perketat Awasi Pasar Jelang Imlek

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.