Muslim: Kami Sering Gemborkan Siapa Aktor Pelaku Karhutla di Riau

Jumat, 26 Februari 2016 16:29

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) tidak akan berhenti membongkar “penjahat” perusak lingkungan yang terbukti terlibat dalam kasus kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Provinsi Riau. “Kami sering gemborkan siapa aktor yang bakar lahan,” katanya Muslim Rasyd, dari Jikalahari, dalam diskusi 14 tahun rekam jejak musibah yang disebabkan kerusakan hutan dan lingkungan di Aula Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Jumat (26/02/2016).

Dia meyakini bahwa dampak asap yang terjadi di Riau saat ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bahkan tidak hanya di Riau, tapi hingga mancanegara. Oleh sebab itu, kata Muslim, Jikalahari kini mendapatkan dukungan banyak masyarakat, mulai dari komunitas bahkan lembaga resmi lainnya, yang menyatakan sikap melawat asap Riau.

Berangkat dari pengalaman-pengalaman di tahun sebelumnya, menurut Muslim bahwa harusnya Pemerintah Provinsi Riau banyak belajar untuk melakukan pencegahan yang efektif dan harus dilakukan. Sebab selama ini, dia melihat bahwa dorongan pencegahan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau, masih sebatas intruksi semata, tapi tidak melakukan kontrol langsung terhadap tindakan pencegahan musibah tahunan itu.

Dia menambahkan, kesadaran masyarakat Riau untuk melawan asap sejauh ini, sudah mulai terbuka. Masyarakat Riau menyadari bahwa ada banyak yang dirugikan akibat musibah karhutla.

Baca: Bantuan Program Bina Lingkungan Jasa Raharja, Akan Kami Gunakan Untuk Renovasi

Jikalahari sejak awal telah melakukan pemetaan, siap dalam dibalik bencana itu. Diantaranya, perusahaan-perusahaan besar sebagian besar ditemukan menjadi aktor utama musibah asap.

“Kalo kita petakan dan terbukti mereka tetap akan dipublis. Kami sangat senag karena sekrng Jikalahari tidak bergerak sendiri. Terutama komunitas dan akademisi yang terus mendukung pergerakan kami melawan asap di Riau ini,” sambngnya.

Pihaknya, bersama dengan lembaga lain sudah melakukan pemetaan masalah kebakaran hutan dan lahan, dalam rangka langkah antisipasi musibah itu bisa diminimalisir di tahun ini.

Dia juga menyadari bahwa belakangan ini, tran ini berubah seiring pergolakan politik di Riau. Rekam jejak musibah kebakaran hutan dan lahan di Riau ternyata menimbulkan gejolak yang tidak biasa. Seperti musibah asap yang melanda Riau tahun 2015 lalu, ribuan mahasiswa turun memadati jalan dan menduduki kantor gubernur Riau menuntut Pemerintah Provinsi Riau bergerak cepat mengatasi asap dan Karhutla.

Penulis: Melba