• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Masyarakat Inhil Belum Bisa Nikmati Turunan Variabel Kelapa, Sebagai Tambahan Ekonomi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
6 Januari 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Hingga saat ini petani kelapa di Kabupaten Inhil belum bisa menikmati turunan variabel kelapa sebagai tambahan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Buktinya, sejumlah masyarakat lebih mengandalkan harga biji kelapa dibanding kopra.

Almon, seorang petani kelapa di Inhil mengaku kendala terbesar yang dirasakan masyarakat yakni belum adanya pengembangan heltikultura yang memadai untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor perkebunan kelapa.

“Kami dan sebagian besar petani di sini hanya menjual hasil panen dari buah kelapa. Berpuluh-puluh tahun tinggal di sini memang belum ada pengembangan lain,” ujarnya, Selasa (06/01/2014).

Ibrahim seorang petani kelapa mengatakan para petani di Inhil hanya menunggu hasil panen buah kelapa pertigabulan untuk menopang kebutuhan ekonomi masyarakat.

Dirinya mengaku turunan kelapa disektor lain, misalnya sabut dan batok kelapa, hanya terbuang begitu saja. Jika pun ada pemanfaatan, hanya sebatas untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat sekitar.

“Pangin sabut kelapa digunakan sebagai bahan bakar mengeringkan daging kelapa untuk dijadikan kopra. Sementara tempurungnya di buang saja. Kalau punada, paling-baling ibu rumah tangga yang bakau untuk dibuat arang dapur. Selebih itu tidak ada,” tambahnya.

Wajar kiranya jika Pengemat Ekonomi Industri dan Perkebunan UIR Azharuddin M Amin memprediksi, selain sawit, hampir semua komuditi sektor perkebunan di Riau terancam “mati”. Hal ini terjadi karena tidak adanya perkembangan teknologi terhadap sektor perkebunan tersebut, termasuk kelapa.

Dia mencatat sepanjang 2007 hingga 2014 komuditi sektor perkebunan yang mengalami kemajuan hanya perkebunan sawit. “Sub perkebunan lainnya tidak berkembang sama sekali, bahkan terus mengalami kemunduran. Yang ada mati semua,” ujarnya

Salah satu penyebab utamanya, yakni belum ada kebijakan pemerintah, yang mengarah pada perbaikan sektor perkebunan, tapi hanya perkembangan pada sektor jasa diperbanyak. Efeknya tidak tanggung-tangung, berdampak pada kesejahteraan masyarakat yang bergantung hidup pada sektor perkebunan. (melba)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Januari 2015 ini, Penyaluran Obat Filiariasis di Inhil Rampung

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.