Kunci Utama Lahan Gambut ada di Pengelolaan Air

Jumat, 22 Agustus 2014 17:53
BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU -  Pengelolaan lahan gambut lestari yang ada di Riau menjadi pembahasan utama dalam, dialog bersama antara PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dengan insan pers, Jum’at (22/08/2014) di Hotel Premiere, Pekanbaru.

Agenda ini menghadirkan pembicara dari Kyoto University, Prof Hisao Furukawa dan Isamu Yamada serta DR Basuki Sumawinata dari Institut Pertanian Bogor. Sedangkan dari PT RAPP hadir Dian Novarina selaku Deputy Director Sustainability.

Dalam pemaparannya, DR Basuki Sumawinata mengatakan, lahan gambut dewasa ini merupakan isu penting dan menjadi sorotan khalayak ramai. Hingga saat ini pengelolaan lahan gambut masih menjadi perdebatan. Sementara pada sisi lain, Provinsi Riau setidaknya memiliki 5,7 juta hektar kawasan kesatuan hidrologis gambut (rawa gambut) atau sekitar 64 persen dari luas wilayah Riau.

“Itulah sebabnya, mengapa kawasan gambut di Riau sering menjadi isu hangat hingga mancanegara,” jelasnya.

Baca: Toko Buah di Marpoyan Ludes Terbakar

Lahan gambut sesungguhnya dapat dimanfaatkan dan dikelola guna mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Namun untuk pengelolaanya perlu tindakan tepat guna melindungi lahan tersebut dari degradasi. Pengelolaan lahan gambut harus dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan sosial dan kesejahteraan tanpa membahayakan ekosistem.

Selanjutnya dikatakan Basuki, “Kunci penting dalam pengelolaan lahan gambut dapat dilakukan melalui pengelolaan tata air secara baik yang membatasi drainase untuk kawasan budidaya dan melindungi sistem hutan rawa gambut yang dilestarikan,” jelasnya.

Secara terpisah, Dian Novarina, Deputy Director Sustainability PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) mengatakan,”Pengelolaan lahan gambut yang bertanggung jawab membutuhkan investasi yang berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya manusia, sehingga produktivitas lahan gambut tetap dapat dipertahankan dan degradasinya dapat dihindari semaksimal mungkin,” ujarnya

Karena itu perusahaan menggunakan pintu air otomatis (automatic water level gate and loggers) untuk mengendalikan drainase secara real time. Yakni teknologi yang menggantikan pemantauan muka air yang dilakukan secara manual, dengan menerapkan teknologi telemetri yaitu pengendalian jarak jauh, sehingga pengaturan muka air di kawasan HTI yang dikelola, dapat dilakukan secara lebih akurat. (yogi)

cleardot.gif