Namun dari rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau pada 10 September 2014, menyebutkan perkembangan titik panas atas hotspot pada pukul 17.00 WIB berdasarkan pantauan citra satelit NOAA-18 sejumlah 20 titik, Sementara pantauan Satgas Darat terdapat 0 titik Api dan 0 titik Asap.
Jumlah hotspot pada citra Satelit NOAA-18, antara lain disumbangkan dari daerah. Indragiri Hulu terbanyak penyumbang titik api sebanyak 13 titik, diikuti Pelalawan tiga titik, Indragiri Hilir dua titik, Kampar menyumbang satu titik, dan terakhir Kuansing satu titik. (Riki)








