• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

KPPU Sebut Kartel Harga Disektor Pertanian dan Peternakan Sulit Dikendalikan

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Maret 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengakui bahwa masalah pengkartelan harga di sektor pertanian dan peternakan memang sulit untuk dikendalikan.

Pernyataan itu muncul setelah Direktur Penindakan KPPU, Gopprera Panggabean, mendengar informasi dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, saat melakukan pertemuan tentang sosialisasi peraturan itu di hotel Premiere, Pekanbaru, Senin (28/03/2016).

( Baca:Ini Kata KPPU Jakarta Tentang Hadirnya Ritel Raksasa di Pekanbaru)

Dia menyebutkan, kuatnya kartel harga disektor pertanian disebabkan karena hanya ada beberapa perusahaan yang bergerak disektor perkebunan mendominasi harga.

“Yang jelas kami mengakui bahwa kartel disektor pertanian dan peternakan memang sangat kuat sekali,” katanya.

Akibatnya, hal inilah yang menyebabkan para pelaku usaha kecil yang bergerak disektor itu menjadi ketergantungan dengan para tengkulak. Bahkan tidak sedikit para petani harus menjual hasil perkebunannya sebelum panen.

Dia menambahkan untuk mematahkan sistem seperti ini, harus ada alternatif dari pemerintah untuk memberikan penguatan modal kepada pelaku usaha kecil disektor pertanian dan peternakan.

Namun demikian dalam situasi seperti ini juga tidak mudah bagi pengusaha baru, atau pemerintah untuk masuk merebut pasar itu, sebab keterikatan petani dengan para tengkulak.

Salah satu caranya, pemerintah harus bisa memanfaatkan celah. Misalnya disaat penampung menetapkan harga terhadap hasil produksi petani dengan harga rendah. Namun demikian yang menjadi kendala adalah hubungan yang tidak harmonis antar pelaku usaha akan terjadi.

( Baca”: Sosialisasi PKPPU Dikritik Karena Tidak Libatkan Pengusaha)

“Hal seperti inipun sudah menjadi hukum pasar. Marginnya justru diambil oleh pelaku usaha pendistribusi itu. Kartel pangan ini terjadi pada sembako, perkebunan sawit dan peternakan ayam dan sapi,” ujar Gopprera.

KPPU meminta agar Pemerintah Provinsi Riau untuk cepat melihat peluang dalam rangka tangani masalah monopoli pasar disektor pertanian dan peternakan. Menurutnya, satu-satunya cara untuk mengembalikan situasi tersebut harus ada penyeimbang pasar, terutama pada saat terjadi over suplai harga tengah jatuh.

Dari hasil data yang diperoleh KPPU, bahwa ditanah air saat ini hanya ada 1 persen peternak mandiri, sisanya 99 persen suplai peternak itu justru dikendalikan oleh perusahaan-perusahaan besar.

“Malah perusahaan yang banyak menguasai pasar. Karena posisi mereka semakin kuat. Ini membuat harga ternak dan hasil pertanian tidak bisa bersaing di pasar,” katanya.

Dalam peraturan KPPU nomor 5 tahun 2015, sudah jelas mengatur bahwa pelaku usaha dilarang untuk membuat perjanjian dalam mengatur harga. Terutama pengaturan harga antar sesama perusahan. Misalnya saja dalam kasus ketersediaan daging sapi dan sembako, sehingga suplai di pasar jadi sedikit.

“Kalau ada perilaku seperti itu kami akan memprosesnya ke penegakan hukum. Tentu harus ada alat bukti. Dan prosesnya lama. Ada beberapa pemain yang memang bermain di sektor pangan. Dan pelakukanya itu-itu saja,” sambungnya.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Kabar Gembira, Ternyata Kurma Bisa Ditanam dan Berbuah di Riau

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.