Konsumen di Riau Mulai Terbiasa Beli Properti Secara Online

Kamis, 11 Februari 2016 17:28

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Kemudahan mengakses internet serta kemajuan teknologi telah banyak mengubah perilaku masyarakat. Salah satunya dalam pembelian properti rumah hunian di Provinsi Riau, kini sudah banyak transaksi lewat online.

Seperti yang disampaikan Owner PT Bintang Property, Frans Hr Daeli kepada kru bertuahpos.com. Frans menilai dari hasil monitoring atau pantauan website solusi-property.com terlihat grafik kunjungan pencarian hunian secara online meningkat. “Kita bisa simpulkan memang sekarang ini masyarakat sudah terbiasa mencari rumah dengan mengakses internet,” katanya, Kamis (11/02/2016).

Frans menyebutkan kemudahan serta terjangkaunya akses internet memengaruhi gaya hidup seseorang, bahkan dalam hal mencari hunian. “Saat ini semua informasi seolah ada digenggaman. Jadi konsumen berfikir kenapa harus capek-capek mencari rumah dengan datang ke pengembang, sekarang cukup klik buka situs langsung dapat informasi yang dimau,” katanya.

Sebab mengunjungi langsung unit yang ditawarkan, kata Frans, hal tersebut membutuhkan waktu bagi konsumen. Apalagi dengan rata-rata masyarakat yang tinggal di Pekanbaru, Provinsi Riau tidak punya banyak waktu luang untuk mencari langsung properti.

Baca: Risih, Warga Bakar Sendiri Sampah di Terminal

Selain itu kata Frans melalui situs online, konsumen bisa membandingkan properti satu dengan yang lain. Waktu yang dibutuhkan juga tidak lama dan yang paling penting tanpa meninggalkan tempat duduk atau rutinitas.

Untuk itu, agen properti bisa menggunakan gadget tidak hanya sebagai gaya hidup, namun juga mencari konsumen.
“Makanya kita sudah hadirkan solusi-property.com sejak lama. Karena kita tahu, kemajuan teknologi khususnya di gadget tidak bisa dihindari,” kata Frans.

Selain itu, menggunakan media online juga memudahkan agen properti untuk mengukur tipe-tipe konsumen yang mencari hunian dengan jenis properti atau daerah yang berbeda. Menggunakan media daring memudahkan konsumen membandingkan harga-harga properti, dibandingkan harus melihat langsung dan belum tentu jadi membelinya.

Meski pun begitu, Frans tak menampik jual beli properti secara konvensional dengan brosur atau pasang billboard tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Sebab masih ada konsumen yang tidak terlalu paham menggunakan ponsel pintar. “Ada juga tipe konsumen yang lebih percaya kalau langsung ke agen properti, makanya pameran-pameran property masih tetap ada,” kata Frans.

Untuk di Riau sendiri tipikal pembeli lebih banyak melihat harga dulu baru mutu. “Kebanyakan lihat harga baru seperti apa fisik rumah yang ditawarkan,” sebutnya.

Secara umum Frans melihat pasar properti tidak hanya Pekanbaru, seperti Siak, Pelalawan, Kampar dan Dumai masih akan terus tumbuh. Mengingat jumlah masyarakat yang membutuhkan hunian juga meningkat. (Riki)