• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Minggu, November 1, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Komunikasi di Media Sosial Memanas Jelang Pilpres 2014

Tim Redaksi by Tim Redaksi
30 Juni 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika mengidentikasi bahwa komunikasi publik antarkelompok masyarakat memanas menjelang pilpres 9 Juli 2014.

Identifikasi itu disebutkan dalam rilis berita yang diterima Antara di Jakarta, Minggu (29/6/2014), dari kegiatan “focus discussion group” (FDG) yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Center for Indonesian Reform (CIR) di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

FDG bertema “Komunikasi Publik di Masa Transisi Kepemimpinan Nasional” itu menampilkan peneliti media, pengamat politik, sosial, dan ekonomi.

Awesometric, perusahaan yang bergerak di bidang monitoring media berbasis internet, melakukan pantauan berseri sejak 10 April hingga 25 Juni 2014.

Berdasarkan perhitungan jumlah “mentions”, pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa unggul di media sosial (facebook 478.506 posting dan twitter 8.768.106 kicauan) berbanding dengan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (facebook 216.262 posting dan twitter 5.415.993 kicauan).

Namun, di media “online” berbahasa Indonesia, Joko Widodo dan Jusuf Kalla unggul (316.062) dibanding Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa (237.770).

Sementara di media “online” berbahasa Inggris, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa unggul tipis (2.272) dibanding Joko Widodo dan Jusuf Kalla (1.699).

Associate Director Awesometric, Tomi Satryatomo, menjelaskan pemberitaan media mulai memanas saat penetapan capres dan cawapres tetapi perbincangan publik semakin tajam saat debat antarcapres.

Hal itu itu berarti debat merupakan alat efektif untuk menstimulasi publik dalam menentukan sikap politiknya.

Facebook & Twitter

Dilihat dari pergeseran yang menarik, Prabowo-Hatta mendominasi media sosial untuk basis kelas menengah-bawah-desa (facebook) maupun kelas menegah-atas-kota (twitter) sedangkan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih menjadi media di berita online.

Dinamika komunikasi menggambarkan kompetisi yang ketat untuk mempengaruhi persepsi publik dan meningkatkan elektabilitas kandidat.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia Yon Mahmudi melihat aspek lain.

“Pilpres dengan dua pasangan kandidat jelas menghemat biaya politik, karena hanya berlangsung satu putaran, namun biaya sosial meningkat karena terjadi ketegangan dan renggangnya hubungan antara kelompok yang berbeda pilihan politik,” kata dosen Fakultas Ilmu Budaya UI dan menjabat Vice Director Institute of Leadership Development UI itu.

Kedua capres dipersepsi publik mencerminkan dua gaya kepemimpinan yang berbeda.

Prabowo dipersepsi sebagai figur yang tegas, berani dan membawa ketertiban sedangkan Joko Widodo mewakili sosok yang merakyat, komunikatif, dan membangun kebersamaan.

“Presiden terpilih akan melahirkan kultur kepemimpinan baru. Yang penting, apakah gaya kepemimpinan itu efektif mendorong reformasi birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” kata Yon.

Direktur Eksekutif CIR Sapto Waluyo menelusuri karakter” netizen” (publik yang mengakses internet apakah sama dengan “the real citizen” (warga negara) yang tinggal di berbagai daerah dengan kondisi beragam.

“Kita menyaksikan perbincangan panas di dunia maya, bahkan terjadi twitwar (perang virtual). Di lapangan juga mulai terlihat bentrok antara pendukung capres bahkan ancaman provokasi kekerasan seperti di Yogyakarta,” kata Sapto.(Kabar24)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya
Lifestyle

Kuliner Malam Sate Kulit Jumbo Ala Ayam Sambal Oren, Cek Lokasinya

...

Read moreDetails
3 Rekomendasi Tablet untuk Menggambar bagi Seniman Digital

3 Rekomendasi Tablet Terbaik untuk Menggambar bagi Seniman Digital

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

5 Pilihan Lipstik Lokal Tahan Lama dan Tidak Bikin Kering

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

Awal Bros Group Dorong Kesadaran Publik Lewat Seminar Epilepsi

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

4 Pilihan Sepatu Nike yang Nyaman Dipakai untuk Sehari-hari

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

WMO Soroti Gas Industri di Tengah Rekor Gas Rumah Kaca

Next Post

Deteksi Down Syndrome Pada Anak Bisa Lewat Ponsel

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.