• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Kerjasama Antar TPID Diperlukan Untuk Menstabilkan Harga Sembako di Riau

Tim Redaksi by Tim Redaksi
20 Oktober 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Sulitnya mengendalikan harga sembako di Riau diklaim masih ada cara kerja yang belum maksimal, yang dilakukan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) antara daerah.

Koordinasi dan kerjasama yang belum maksimal ini dikhawatirkan menjadi salah satu pemicu, harga sembako di pasaran belum bisa terkendali secara baik.

Kepala Bank Indoensia (BI) Kantor Perwakilan Riau, Ismet Inono mengatakan, langkah untuk menjalin hubungan kerjasama yang baik antar tim TPID perlu dilakukan. Selain cepat dalam mendapatkan informasi terkait harga sembako, solusi untuk mengatasi kekurangan suplai sembako ke satu daerah bisa cepat dilakukan.

Dia menambahkan, kerjasama yang baik antar TPID di daerah masing-masing, khususnya di Pulau Sumatra harus terus ditingkatkan. Sebab tingginya harga dan ketidakstabilan harga sembako terjadi hampir diseluruh daerah di Pulau Sumatra.

Selain itu upaya dukungan dari pemerintah sendiri juga sangat diperlukan. Langkah dukungan itu bisa dengan memberdayakan tim penggerak PKK untuk melakukan sejumlah budidaya, misalnya untuk komodoti cabe.

Pemerintah bisa memberdayakan kelompok ini untuk menekan konsumsi cabai dipasaran. Budidaya itu bahkan bisa dilakukan di rumah-rumah warga dan memanfaatkan lahan kosong yang tidak terpakai.

“Saya yakin dalam jangka waktu dua sampai tiga bulan kedepan ini baru akan terasa dampaknya. Ini akan membantu mengurangi gejolak dimasyarakat,” ujarnya.

Penulis : Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Ini Penyebab Banyaknya Jumlah Pengangguran di Pekanbaru

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.