Kantong Plastik Berbayar, Dosen Ini sebut: Itu Kebijakan Responsive

Senin, 22 Februari 2016 17:49

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Direktur Eksekutif The Political Literacy yang juga Dosen Komunikasi Politik UIN Jakarta Dr Gun Gun Heryanto MSi menilai bahwa ini merupakan suatu kebijakan yang responsive atas dinamika Global Warming. Ini merupakan suatu tindakan proaktif dan bisa disebut progresif untuk kemudian membuat bumi kita semakin baik.

“Plastik itu sepertinya sederhana, ketika orang belanja ke supermarket, plastiknya itukan bisa lebih dari dua atau tiga. Sehingga sebenarnya proses memproduksi dan penggunaan pasca dipakai itukan berbahaya bagi lingkungan,” jelas Gun Gun kepada Bertuahpos.com akir pekan lalu.

Sebanyak 22 kota di Indonesia serentak memberlakukan sistem kantong plastik berbayar yang dicanangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), guna mengurangi produksi sampah terutama dari bahan plastik.

Menurut Gun Gun, ketika ada suatu kebijakan yang pro untuk menata lingkungan menjadi eco, lifestyle, atau green lifestyle, hal ini merupakan tindakan yang patut diapresiasi pemerintah dalam konteks eraJokowi yang pro atas kebijakan tersebut.

Baca: Pj Walikota Pekanbaru: Terminalkan Tidak Sesak-Sesak Betul

“Sehingga ketika ada kebijakan yang pro untuk manata lingkungan menjadi eco, lifestyle, atau green lifestyle menurut saya suatu tindakan yang patut di apresiasi pemerintah dalam konteks ini eranya pak Jokowi yang pro atas kebijakan seperti itu, menurut saya harus didukung,” beber dia

Untuk menjalankannya, Gun Gun menilai semua ini harus didukung tiga hal. Pertama, knowledge masyarakat, kedua, sikap dan skill. “Ini harus didukung tiga hal, yang pertama knowledge masyarakat, keduasikap dan skill untuk mendukung tindakan green lisfestyle seperti ini. Kebijakan terhadap plastik ini sederhana, kecil dan dimensinya bisa persorangan tapi ketika dilakukan banyak orang ini bisamenjadi sebuah tindakan positif yang masif,” tukasnya.

Penulis: Arie