• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Rabu, Oktober 28, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jikalahari Review Asap 2015, 4000 Hektar Lahan Riau Hangus

Tim Redaksi by Tim Redaksi
24 Agustus 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau ( Jikalahari), mencatat sepanjang tahun 2015 adalah catatan hitam tentang musibah kebakaran hutan dan lahan di Riau.

“Belum hilang diingatan kita bagaimana asap membatasi jarak pandang. Sekolah ditutup, pesawat tidak bisa terbang. ISPU dalam level bahaya selama berbulan-bulan,” kata Koordinator Jikalahari, Woro Suoartinah, Rabu (24/08/2016).

Jikalahari melaksanakan diskusi publik untuk partisipasi publik dalam mencegah dan memberantas Karhutla di Riau, acara ini berlangsung di Aula Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Jalan Diponegoro, Pekanbaru.

Data yang dihimpun Jikalahari, asap mulai nampak pada awal Agustus 2015. Dirangkum dari data satelit Tera dan Aqua Modis yang ada di Riau periode Agustus saja ada sebanyak 687 titik hotspot dengan confidence 70 persen. Terus bertambah sampai bulan September pada tahun itu menjadi 1.862 hotspot.

Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup mencatat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau sepanjang tahun 2015, membakar hutan dan lahan sekuat 4.040,50 hektar. Akibat kejadian tersebut Center for Internasional Forestry Research (CIFOR) mengestimasi kerugian yang diderita oleh Provinsi Riau sejumlah Rp20 triliun.

“Baik kerugian yang ditimbulkan di sektor ekonomi, sosial, dan kesehatan. Ini belum termasuk kerugian ekologis yang mestinya juga harus diperhitungkan,” tambahnya.

Bagaimana ancaman asap 2016?

Woro Suoartinah mengatakan tentu saja ancaman akan kebakaran hutan dan lahan atau hadirnya asap akan terus ada. Mengingat masih 50 persen hutan dan lahan di Riau adalah tanah gambut. Serta pola pengelolaan lahan dan hutan di Riau belum secara signifikan membaik.

“Kondisi cuaca kering dan faktor manusia sangat memungkinkan untuk terjadinya kebakaran hutan dan lahan tahun ini,” sambung Woro.

Jikalahari mencatat sepanjang bulan Maret 2016 terdapat 961 hotspot di Riau, dan dibilang Agustus pada Minggu ke dua sudah terjadi lonjakan sampai 632 hotspot di Riau. Angka ini mestinya sudah menjadi alarm untuk semua pihak agar mulai berfikir dan bertindak bagaimana mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan yang sangat memungkinkan kembalinya asap.

“Berkaca pada kasus Karhutla ditahun 2015, publik menyayangkan ketidaksiapan pemerintah dalam mengantisipasi Karhutla, supaya musibah ini tidak meluas. Asap dan Karhutla adalah masalah reguler yang terjadi setiap tahun terutama di musim panas,” sambungnya.

Namun angin segar akan dihukumnya para pelaku yang menyebabkan masyarakat Riau sengsara harus menghirup asap akibat kebakaran tersebut tak berhembus lama. Polda Riau merilis informasi pada 20 Juli 2016, bahwa telah menerbitkan SP3 terhadap 15 dari 18 perusahaan korporasi tersangka Karhutla tersebut.

“Hal itu tentu menjadi pertanyaan besar bagi publik yang menuntut agar para pelaku perusak lingkungan dapat diberikan ganjaran hukum yang berat,” tambahnya.

Penulis: Melba

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Berita Pilihan

Putusan Komisi Informasi Provinsi Riau Kontradiktif, Warga Lanjut Gugat ke PTUN

...

Read moreDetails
Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya Jadi Danau Terdalam ke 12 di Dunia

Inilah 2 Danau Terdalam di Indonesia, Salah Satunya jadi Danau Terdalam Ke 12 di Dunia

5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Ini 5 Manfaat Daun Binahong, Sukulen Asli dari Amerika Selatan

Heboh Isu BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Heboh Kabar BPJS Kesehatan Dihapus, Ini Klarifikasinya!

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Penggunaan AI Agentic Indonesia Diproyeksi Lompat ke 44% pada 2030

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Indonesia Kalahkan 25 Pasar dalam Adopsi AI Multimodal

Next Post

Lowongan Kerja di Koperasi Mitra Graha

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.