• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Jika Karhutla Terulang, Pengamat: Pemerintah Riau Tidak Bisa Diharapkan Lagi

Tim Redaksi by Tim Redaksi
1 Maret 2016
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU– Badan Meteorlogi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mendeteksi ada 43 hotspot di Sumatera. Paling banyak disumbang Riau 38 titik, diikuti Sumatera empat dan Bangka Belitung satu titik, Selasa (01/03/2016).

Meski belum menunjukkan dampak kabut asap seperti tahun sebelumnya. Masyarakat mulai sangsikan komitmen pemerintah daerah baik Pemprov Riau serta Bupati terkait meniadakan lagi bencana asap.

Dari 38 hotspot Riau yang dideteksi BMKG melalui satelitbya, paling banyak di Bengkalis 27 titik, Siak empat, Pelalawan dua, dan Inhil (Indragiri Hilir) satu titik. Hanya saja jumlah hotspot yang memiliki tingkat kepercayaan di atas 70 persen ada 24 titik. Bengkalis 21 hotspot dan Siak empat titik.

Menurut Pengamat Energi dan Lingkungan Hidup, Kunaifi , ST PgDipEnSt, MSc munculnya sejumlah titik api ini tidak bisa dianggap remeh. Kendati belum berdampak pada musibah asap, hotspot ini bisa jadi babak penentu sejauh mana Pemerintah daerah di Riau komitmen meniadakan hotspot.

“Istilahnya ini menjadi tahun pertaruhan. Karena masyarakat akan melihat, setelah bencana asap tahun lalu, apa saja yang sudah di perbuat pemerintah terhadap daerahnya. Bukan hanya untuk plt Gubernur Riau saja, tetapi seluruh kepala daerah yang wilayahnya penyumbang hotspot, tahun ini menjadi pertaruhan,” kata  Kunaifi kepada kru bertuahpos.com, Selasa (01/03/2016).

Bagi Dosen Fakultas Sains dan Teknologi (Faste) UIN Suska Riau ini, seluruh masyarakat Riau akan menyoroti kinerja pemerintah. “Kalau gagal, lebih baik diganti saja pemerintahnya. Serahkan pada yang lebih bisa diharapkan,” sebutnya.

Kunaifi menyampaikan kondisi hari ini masyarakat Riau pasti akan lebih ribut lagi seandainya hotspot atau titik api gagal diantisipasi. Atau malah meluas hingga terjadi bencana asap. “Sudah sangat muak. Karena tidak akan ada orang yang mau bencana asap terulang lagi. Keledai saja tidak mau terjerumus dua kali ke lubang yang sama. Apalagi masyarakat yang sudah 18 tahun terpapar asap,” sebutnya.

Untuk itu kepada pemerintah, Kunaifi mengatakan agar para pelaku kebakaran lahan dan hutan baik perusahaan atau milik pribadi ditindak tegas. Sebab sudah ada regulasi yang menjelaskan secara gamblang, aksi bakar lahan atau hutan tersebut merupakan bentuk kejahatan. “Pemerintah juga harus selalu waspada. Jangan sampai kabut asap terulang untuk ke 19 Kali,” ingatnya.

Penulis: Riki

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Lowongan Kerja Mengajar

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.