• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Istana: Jokowi-JK Tak Pakai Istilah 100 Hari, Tapi Quick Wins

Tim Redaksi by Tim Redaksi
28 Januari 2015
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA  — Sekertaris Kabinet Andi Widjajanto menyatakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla tidak mengenal istilah 100 hari pemerintahan, apalagi menjadikannya sebagai indikator evaluasi kinerja pemerintah.

“Singkatnya, pemerintah tidak mengenal istilah 100 hari,” kata Andi di Kantor Sekertariat Negara, Jakarta Pusat, Selasa malam (27/1).

Menurut Andi, masing-masing kementerian diberikan target berbeda oleh Jokowi. Misalnya untuk masalah pembentukan kelembagaan seperti Dewan Pertimbangan Presiden dan Staf Kepresidenan, kabinet diberi waktu oleh Presiden hingga Selasa (20/1).

Sementara untuk masalah penataan perizinan, Jokowi memberikan waktu hingga enam bulan. “BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) sudah launching 26 Januari,” ujar Andi.

Untuk masalah pengadaan barang dan jasa, misalnya pupuk dan benih, telah selesai pada awal Desember 2014.

Alih-alih program 100 hari, tutur Andi, Jokowi lebih sering menggunakan istilah program percepatan (quick wins). “Masing-masing kementerian dan lembaga ada quick wins yang berbeda-beda,” kata dia.

Ahli kajian strategis itu berpandangan, program 100 hari merupakan persepsi yang lebih berorientasi pada sistem yang selama ini digunakan di Amerika Serikat.

“Tapi Jokowi-JK tidak mengenal dan memakai 100 hari sebagai indikator melakukan evaluasi kinerja,” kata dia. (pit/sip/Cnn indonesia)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Monsatriadi, 15 Tahun Dipasung Dekat Kandang Kuda

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.