BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Pengalaman yang dirasakan Heni (36) dalam penggunaan kartu kredit, bertolak belakang dengan yang dirasakan Mas Irba. Kepada bertuahpos.com, Jumat (10/10/2014), Kepala bagian Perdagangan Desperindag Kota Pekanbaru ini punya pengalaman buruk. Sehingga sekaran kapok untuk memiliki kartu kredit.
Ia berkisah bahwa penah ditawari salah seorang yang mengaku dari pihak jasa pelayanan tour.‬ Mereka menyatakan Irba masuk dalam salah satu grup member dalam jasa pelayanan tersebut. Dimana setiap member diwajibkan untuk membayar sejumlah uang tagihan.
“Jadi kartu kredit saya masuk dalam member tersebut. Jadi tagihannya di tarik terus,” katanya.‬
‪Pada waktu itu pusat kredit card ini di Medan Sumatra Utara. Irba terus berupaya minta kejelasan soal penarikan sejumlah di kartu kreditnya. Ternyata, menurut pengakuannya bahwa untuk urusan kredit card ada devisi lain dari bank tersebut. “Kan konyol itu. Bank yang bersangkutan sama sekali tidak mengurus soal kartu kredit. Jadi devisi kartu kredit yang dimaksudkan ini menaungi sekian bank,” kenangnya kesal.
 Akhirnya devisi kredit card ini pindah ke Batam. Salah seorang Depkolektornya menemui Irba. Ketika itu dia minta agar pihak bank yang meyediakan jasa kartu kredit mengeluarkan hasil print out, sebagai bukti. “Tak berani mereka, bahkan saya diberikan print out yang palsu. Belakangan saya tutup kasusnya dan tidak saya polisikan,” tambahnya.‬
‪Sejak saat itu, Irban mengaku kapok dan tak lagi menggunakan kartu kredit sebagai transaksi. Bahkan jika ditawarkan saja pembuatan kartu kredit, Irba langsung menolak karena merasa trauma. (melba)








