Ini Kata Penyuluh Agama Hindu Tentang Gerhana Matahari yang Tepat Pada Hari Nyepi

Selasa, 08 Maret 2016 13:25

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Suatu fenomena alam yang sangat jarang bakal terjadi di Indonesia diperkirakan akan terjadi pada hari Rabu (9/3/2016). Yups, Gerhana matahari total akan terjadi besok, bertepatan dengan hari Raya Nyepi yang dirayakan oleh seluruh umat Hindu.

Menurut Kawit selaku penyuluh agama Hindu, Kanwil Kemenag Provinsi Riau, terjadinya Gerhana Matahari yang bertepatan dengan perayaan hari Nyepi tersebut hanya sebuah kebetulan saja.

Dan mengatakan bahwa sebagai bentuk kemurahan dan keajaiban tuhan untuk menyatukan fenomena alam tersebut dengan perayaan hari Nyepi.

“Menurut dan pendapat saya ya cuma kebetulan saja. Dan sebagai kemurahan dan keajaiban Tuhan untuk menjodohkan atau menyatukan gerhana matahari tersebut dengan perayaan hari Nyepi besok,” ungkapnya kepada kru Bertuahpos.com, Selasa (8/3/2016).

Baca: Enam Mobil Damkar Turun Padamkan Toko Elektronik di Jalan Nangka

( Baca: Hari Raya Nyepi, Ini Rangkaian Acara Tahun Baru Caka)

Sebagian masyarakat juga ada yang turut meramaikan fenomena alam ini sebagai objek wisata.

Seperti diberita sebelumnya, bahwa Gerhana Matahari disebut Kusufdi dalam bahasa Arab yang bermaksud terlindung atau hilangnya cahaya matahari, sama ada terlindungnya itu hanya sebagian atau keseluruhannya.

Fenomena ini juga menjadi suatu peringatan kepada manusia tentang azab dan nikmat yang dijanjikan oleh Allah SWT pada hambahnya karena fenomenal Gerhana ini sangat besar, artinya bagi penghayatan iman dan sains.

(Baca : Mau Berfoto di Pura? Ini Aturan Masuk ke Pura Agung Jagatnatha)

Seperti berita sebelumnya juga yang diberitakan, LAPAN menyampaikan adanya 10 provinsi di Indonesia yang dilintasi Gerhana Matahari. Mulai dari Bengkulu, Sumatera Selatan (Sumsel), Bangka Belitung (Babel), Kalimantan Timur (Kaltim), Sulawesi Barat, Sulawesi tengah dan Maluku Utara.

Disebut Gerhana Matahari di Maluku Utara termasuk yang paling panjang sekitar 3 menit dan kondensi cahayanya lebih besar.

Penulis: Dilla