• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Kamis, Oktober 29, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Ini Faktor Penyebab Perbedaan Hasil Quick Count Menurut Pakar

Tim Redaksi by Tim Redaksi
12 Juli 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, JAKARTA – 12 Lembaga survei menunjukkan hasil quick count yang berbeda terhadap Pilpres 9 Juli lalu. Salah satu faktor penyebabnya, diduga adalah praktik pelaksanaan survei di lapangan.

Menurut peneliti opini publik Agung Priyatna, metodologi yang digunakan oleh lembaga survei tidak ada yang salah. Hanya saja validitas hasil quick count akan berkurang jika para lembaga survei itu tidak memperhatikan sebaran sampelnya.

“Kalau mereka tidak cermat, sebaran tidak diperhatikan, padahal itu basis salah satu pasangan, tentu hasilnya akan berbeda dan tidak dapat mewakili secara umum,” kata Agung dalam diskusi bertajuk ‘Republik Quick Count’ di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2014).

Agung mengatakan, teknik yang dilakukan lembaga survei adalah mengejar kecepatan. Sehingga menurutnya hal tersebut akan mempengaruhi keakuratan quick count.

“Sekarang 2,5 jam saja sudah bisa kelihatan hasilnya. Dulu saya 2 hari baru bisa tahu semua,” kata mantan peneliti LP3S ini.Selain itu, menurut Agung, banyak trik-trik yang mungkin saja digunakan oleh lembaga survei dalam melakukan penelitian. Di sisi lain, statistik tidak dapat menjamin hasilnya akurat 100%.

“Statistik ini sebuah pengetahuan yang mengizinkan penggunanya untuk keliru. Dasarnya saja sudah begitu, jadi mungkin saja keliru,” katanya.(Detik)

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan
Hukum Kriminal

Soal Perkara Suhardiman Amby, KPK Pastikan Sudah di Tahap Penuntutan

...

Read moreDetails
Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Segera Disidangkan, Kasus Dugaan Suap Suhardiman Amby Masuk Tahap II

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Tingkatkan Literasi Digital, BRK Syariah Bekali Pimpinan tentang Penggunaan AI

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Harga dan Spesifikasi Mitsubishi XForce, SUV Kompak Tangguh dengan Fitur Canggih

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

Sepatu Sneaker Puma Wanita Speedcat Croco Pakai Kulit Sapi 98,12%

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

35% Jalan Provinsi Riau Masih Kategori Tidak Mantap

Next Post

Nobar di Grand Central Seru Acaranya, Banyak Hadiahnya

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.