Ini Curhatan Kepala Puskesmas Kepada Komisi III

Selasa, 16 Februari 2016 17:14

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Komisi III DPRD Kota Pekanbaru melakukan rapat dengar pendapat kepada seluruh kepala puskesmas se-Kota Pekanbaru. Rapat ini sendiri berlangsung di ruangan paripurna DPRD Kota Pekanbaru.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Novrizal mengatakan, pemanggilan seluruh kepala puskesmas tersebut untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala bagi puskesmas.

“Pertama  kita mengundang kepala puskesmas se Kota Pekanbaru dalam rangka mengetahui seberapa jauh persoalan yang ada pada pelayanan tingkat puskesmas di Pekanbaru. Karena pelayanan puskesmas sendiri sangat vital,” kata Novrizal, Selasa (16/2/2016)

Dalam rapat tersebut, para kepala puskesmas banyak  mengeluhkan persoalan fasilitas dan infrastruktur yang tidak memadai. Mulai dari puskesmas yang tidak memiliki penerangan yang baik sampai alat kesehatan yang masih kurang.

Baca: Harga Sawit Naik, Petani di Siak Malah Mengeluh

Novrizal mencontohkan, seperti yang ada di Puskesmas Melur yang merupakan satu-satunya memiliki alat rontgen, ternyata alat tersebut sudah tidak layak digunakan lagi. Tetapi alat tersebut masih tetap dipaksakan untuk digunakan sehari-sehari.

“kedua adanya persoalan terkait pegawai puskesmas yang pindah dikarenakan tempat tugasnya jauh dan pemerataan medis di puskesmas tidak sesuai dengan resiko tempat bekerja. Jadi ini ada tangan-tangan yang mengatur karena tiba-tiba ada yang pindah,” terang politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.

Tidak hanya masalah infrastruktur yang tidak memadai, Novrizal mengkritisi pelayanan 24 jam di Pekanbaru yang saat ini masih belum maksimal. Hal ini dikarenakan masyarakat yang mendatangi meminta cek kesehatan tidak sebanding dengan jumlah tenaga yang dipekerjakan.

“Maka dari itu, ini perlu dikaji ulang apakah 24 jam ini sangat urgen, kalau hanya formalitas saja ini menjadi pemborosan karena banyak hal seperti menguras tenaga, biaya dan pemikiran. Makanya perlu dikaji ulang,” sambung Novrizal.

Selain itu, mereka juga berharap adanya perhatian khusus dari pemerintah kepada tenaga medis terlebih lagi untuk di daerah pinggiran. “Tentunya harus ada pengecualian untuk penambahan insentif untuk mereka giat disana dan ada penambahan fasilitas,” bebernya.

Dirinya berharap setiap puskesmas harus dilengkapi mobil ambulance maupun mobil operasional, karena puskesmas ini juga merupakan salah satu bentuk dari pelayanan masyarakat di bidang kesehatan. (iqbal)