Ingat! Kubah Gambut Jangan Diganggu Jika Ingin Asap di Riau Hilang

Jumat, 15 April 2016 12:37
Ingat! Kubah Gambut Jangan Diganggu Jika Ingin Asap di Riau Hilang

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Persoalan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Riau tidak lain karena kondisi gambut di Riau sudah kering. Aktivitas perusahaan di area itu telah membuat kadar air di kawasan gambut dibeberapa daerah di Riau berkurang bahkan hilang.

Menurut Pengamat Lingkungan Riau, Elviriadi, harusnya sejak awal Pemerintah Provinsi Riau mengerti tentang tata cara pengelolaan gambut. Di Riau, rata-rata kedalaman gambut di atas 3 meter. Harusnya dengan kondisi ini, pemerintah tidak memberikan izin kepada perusahaan untuk mengelola lahan gambut di Riau.

“Tidak sedikit yang mengakui bahwa dulu, masyarakat juga membakar untuk buka lahan. Tapi tidak pernah ada kebakaran hutan seluas ini. itu adalah bukti bahwa gambut di Riau sudah kering,” katanya.

Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan itu menyebutkan, di Kabupaten Kepulauan Meranti ada kubah gambut yang saat ini telah rusak. Padahal pada area ini adalah pusat tampungan air untuk lahan gambut yang berada di sekitar itu.

Baca: Riau Masih Berpotensi Hujan di Sore dan Malam

Regulasi pemerintah harusnya bisa mengatur itu. Jika perizinan pengelolaan perusahaan masuk dalam kawasan itu, maka harus dialihkan ke tempat yang lain.

“Dikubah gambut itu tidak boleh ada konsesi. Kalau kubah gambut itu diiris, airnya berserak. Kerihlah jadinya,” sambungnya.

Dia juga menjelaskan bahwa soal kanal blocking yang kini sedang gencar-gencarnya dilakukan pemerintah, menurut Elviriadi polanya juga salah. Karena arus air bahkan tidak jalan dan tidak melimpah ke permukaan.

Ada beberapa contoh pembuatan kanal bloking yang berhasil dilalukan di tanah air. Diantaranya di wilayah Taman Nasional Kerinci Sebelah Provinsi Jambi, dan Taman Nasional Sebango di Kalimantan, serta kanal bloking di Giam Siak Kecil di Kabupaten Siak.

“Idealnya setiap 200 meter ada sekat kanal supaya air melimpah. Kalau seperti ini prosesnya lama sekali gambut kering itu bisa basah,” sambungnya.

Pemerintah Provinsi Riau harus betul-betul bisa mencari orang yang mengerti tentang gambut. Jikalau hal ini tidak cepat dilakukan, maka bisa dipastikan masalah kebakaran hutan dan lahan di Riau akan tetap terjadi lagi. “Intinya, gambut di Riau jangan diganggu untuk kepentingan bisnis,” kata Elviriadi.

Penulis: Melba

Berita Terkini

Kamis, 12 Desember 2019 10:49

BNNP Riau Buka Lowongan Kerja, Berikut Formasinya

Pendaftaran dibuka hingga 13 Desember 2019.

Kamis, 12 Desember 2019 10:00

DPRD Riau Pertanyakan Kejelasan Pembagian Pajak PLTA Koto Panjang

DPRD Provinsi Riau mempertanyakan soal kejelasan pembagian pajak PLN UP PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar

Kamis, 12 Desember 2019 09:32

Catatan Sejarah 12 Desember: Gempa 7,8 SR Flores, Sebabkan Tsunami 36 Meter

2.100 meninggal dunia, 447 luka-luka, dan 500 lainnya dilaporkan hilang

Kamis, 12 Desember 2019 09:16

Inter dan Ajax Gugur, Ini Tim yang Lolos 16 Besar Liga Champions

Juara grup akan bertemu dengan runnerup grup.

Kamis, 12 Desember 2019 08:10

Mahasiswa Demonstrasi Tolak Kenaikan Iuran BPJS

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Riau (UNRI)

Kamis, 12 Desember 2019 08:04

Cek Kondisi Cuaca di Riau Hari Ini Yuk…

BMKG Stasiun Pekanbaru memperkirakan sejumlah daerah di Riau hari ini, Kamis, 12 Desember 2019

Rabu, 11 Desember 2019 16:59

Pesta Narkoba Anak 17 Tahun, LPAI: Pemda Harus Konsisten Tangani Narkoba di Pekanbaru

Lembaga Perlindungan Anak Indonesia [LPAI] Kota Pekanbaru prihatin dengan kasus

Rabu, 11 Desember 2019 13:59

Tips Hemat Budget untuk Undangan Pernikahan

Pesta pernikahan memang sesuatu yang sakral dan sangat istimewa.

Rabu, 11 Desember 2019 13:37

Spot-spot di Pekanbaru yang Cocok Buat Jogging

Saat pagi atau sore hari, sebaiknya mengisi waktu luang kamu dengan jogging.

Rabu, 11 Desember 2019 13:00

Polsek Singingi Hilir Bersama RAPP Sosialisasi Zero Fire

Polsek Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menggandeng PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dalam melaksanakan Sosialisasi dan Deklarasi Zero Fire “Bebas” Karhutla di halaman Polsek Singingi Hilir, Selasa (10/12/2019).