Harga Karet Jatuh, Pekebun Diminta Hati-hati dengan Rentenir

Jumat, 04 Maret 2016 13:24

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Jatuhnya harga karet di Riau, dikhawatirkan akan menjadi celah bagi oknum tertentu untuk melakukan praktek rentenir kepada masyarakat. Pemerintah Provinsi Riau meminta kepada pekebun karet untuk hati-hati dengan tawaran-tawaran denga modus membantu keuangan.

Kepala Dinas Perkebunan Povinsi Riau, Muhibbul Bashir mengakui bahwa hingga saat ini, praktek rentenir semacam itu memang masih terjadi di Provinsi Riau. Dia menjelaskan dalam situasi harga karet yang anjlok, petani karet diminta untuk tidak tergiur dengan tawaran bantuan uang yang diberikan, apalagi dengan jaminan kebun masyarakat.

“Modusnya macam-macam. Masyarakat diberi pinjaman sebesar-besarnya. Ujung-ujungnya mereka minta lahan karet masyarakat. Termasuk juga petani sawit di Riau,” katanya Jumat (04/03/2016).

Menurut Muhibbul, sesuai intruksi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, Aryadjuliani Rachman, jangan sampai dalam situasi seperti ini, misalnya jatuhnya harga komuditi karet dan sawit, malah kebunnya yang dijual. Sebab kebun adalah aset yang harus dipertahankan masyarakat untuk kelangsungan hidupnya.

Baca: Farmasi dan Dokumen Dominasi Paket Kiriman di Indah Logistik Cargo

“Dengan cara lain bisa dikelola secara maksimal. Kami mengakui bahwa praktek-praktek rentenir seperti itu memang masih ada di Riau. Dan dalam situasi harga yang terus jatuh seperti ini, mereka memang mengincar kebun masyarakat. Terutama dalam kondisi sulit seperti ini. Mereka mau saja berikan pinjaman berapapun,” ujarnya.

Namun demikian, dia berharap kejadian-kejadian seperti itu tidak lagi marak, sehingga meresahkan pekebun. Dalam situasi seperti ini, kecenderungan masyarakat tentunya akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Petani kesulitan bayar uang pendidikan anaknya, serta susah untuk melunasi kredit yang dipinjamnya.

Sementara dalam waktu singkat, ada saja sekelompok orang yang memberikan tawaran pinjaman untuk mengatasi masalah itu. Dalam situasi sulit seperti ini, masyarakat diminta untuk cerdas memilah, terutama untuk kebutuhan konsumtif harus bisa ditahan dulu.

Jatuhnya harga komoditi karet beberapa waktu belakangan ini memang membuat banyak masyarakat di Riau kesulitan untuk menutupi kebutuhan keluarga. Harga karet dibeberapa daerah di Riau bahkan hanya menyentuh dikisaran harga Rp 3.000 sampai Rp 4.00 rupiah perkilogramnya. Sementara jika dibandingkan untuk kebutuhan pokok masyarakat, tentunya tidak akan bisa mencukupi. Misalnya saja untuk harga sembako, seperti beras, yang saat ini berkisar di harga Rp 17.000 sampai Rp 19.00 perkilogramnya.

Penulis: Melba