Dishutbun: Industri Rotan lebih Untung dari Kayu

Kamis, 16 Januari 2014 16:28

BERTUAHPOS.COM, PASIR PENGARAIAN – Masih luasnya kawasan hutan di Rokan Hulu, diyakini memiliki potensi yang besar dari sektor kayu. Namun keuntungan ekonomis dari Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) juga tak kalah tinggi. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Kadishutbun) Rokan Hulu melalui Anuar Sadat, SP, MSi, Kepala Bidang Bina Usaha Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan, Kamis (16/01/2014). “Penghasilan yang dihasilkan dari HHBK seperti madu lebah dan rotan, memiliki nilai jual yang tinggi,” ujarnya kepada bertuahpos.com diruangannya.

Dari survei yang dilakukan timnya, ditemukan 27 jenis rotan yang tersebar dari seluruh kawasan hutan  yang mencapai 250.973,7 hektare. Seperti yang pernah dilansir Antaranews.com kawasan hutan itu, 69.539,14 hektare
diantaranya merupakan hutan lindung dan 106,18 hektare merupakan hutan suaka alam.

Melihat potensi itu, Anuarakan gencar mengajak masyarakat membangun industri rumahan olahan rotan tentu dengan perizinan yang juga di atur sesuai Peraturan Bupati (Perbub). “Perizinannya sedang di bahas. Kita juga akan berkoordinasi ke pihak Diskoperindag (Dinas koperasi, perindustrian, dan perdagangan) dan pariwisata untuk membina masyarakat agar berhome Industri, karena potensi rotan yang kita miliki sangat menjanjikan,” ujarnya.

Karena menurutnya bila rotan dijual setelah berupa produk jadi tentu nilai jualnya semakin tinggi. Selain itu produk rotan tidak hanya digemari wisatawan lokal namun juga mancanegara. Sehingga bisa mendatangkan devisa untuk pendapatan daerah serta meningkatkan perekonomian masyarakat. “Kita ingin industri rotan ini menjadi ikon Kabupaten Rokan Hulu nantinya. Karena pada dasarnya hutan merupakan penyokong kehidupan masyarakat,” harapnya. (Riki)

Baca: Aksi 3 Tahun Kinerja Jokowi, Jalur Sudirman Macet Hingga Kantor Gubernur Riau