Diklat Damkarbunla Masuk Kelas II

Senin, 14 April 2014 17:00

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU – Kegiatan Diklat Damkarbunla (Pemadaman Kebakaran Kebun dan Lahan) hasil kerja sama Disbun Riau, Gapki Riau dan Juga Balai Diklat Kehutanan Kemenhut RI berlanjut ke kelas II (kedua).

Dimana pada dua pekan sebelumnya Disbun Riau telah mendiklatkan 30 orang tim Regu Pemadam (Redam) perusahaan subsektor perkebunan kelapa sawit selama enam (6) hari ke depan. Yakni tanggal 14 hingga 16 April 2014 dan praktek di lapangan dari tanggal 17-18 April 2014 di Kebun Sei Galuh PTPN V.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher, dalam sambutannya berterima kasih terhadap perhatian perusahaan perkebunan dalam hal mengirimkan peserta pelatihannya. Menurutnya, partisipasi perusahaan yang mengutus tim Redamnya semakin meningkat.

“Pada diklat sebelumnya, peserta sebanyak 30 orang dari 9 perusahaan perkebunan. Tapi Alhamdulillah pada diklat kelas II ini pesertanya adalah 32 orang yang berasal dari 20 perusahaan perkebunan. Tentunya dengan peningkatan partisipasi perusahaan perkebunan cukup baik”ucap Zulher, setelah kegiatan pembukaan diklat Damkarbunla di Balai Diklat Kehutanan, Pekanbaru, Senin (14/4).

Baca: Harga Cabai Merah di Pekanbaru Rp72 Ribu

Diharapkan peserta yang mengikuti diklat ini dapat menjadi Team Leader  bukan saja di perusahaan dia bernaung  namun juga dapat menularkannya kepada masyarakat perdesaan yang ada di sekitar perusahaan.

Besarnya minat perusahaan untuk mengikuti kegiatan diklat ini diakui oleh Alzuhra Alinoni selaku Kepala  UPT Pelatihan Disbun Riau. Menurutnya, diklat yang ditaja oleh Disbun Riau sifatnya adalah Swadana, anggaran dibebankan kepada perusahaan yang mengirimkan peserta. Namun perusahaan telah banyak yang mengantri agar tim Redam mereka agar bisa didiklatkan.

“Peserta Diklat Kelas pertama kemarin cukup puas, mereka bahkan meminta tambahan waktu karena materi yang disajikan panitia sangat berguna.”ujar Alzuhra. Materi yang diberikan pada kegiatan Diklat ini mencakup penguasaan peserta terhadap manajemen penanganan pencegahan dan penanggulanan kebakaran kebun dan lahan. Sedangkan peserta diklat dibatasi hanya berkisar 30 orang agar Diklat bisa lebih efektif. (syawal)