• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, Oktober 31, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Dianggap Keramat dan Mahal, Kayu Ini Rawan Diselundupkan ke Tiongkok

Tim Redaksi by Tim Redaksi
30 September 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM– Selain produk mineral tambang yang rawan diselundupkan keluar negeri, kayu jenis tertentu yang langka asli Indonesia juga rawan diselundupkan. Misalnya kayu gaharu termasuk rawan diselundupan karena harganya mahal dan dianggap keramat oleh masyarakat Tiongkok (Hong Kong).

Seperti yang dilansir dari detik.com, Direktorat Jenderal Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok menangkap dan menyita kayu selundupan sering terjadi hampir setiap tahun. “Sering kita tangkap dan hampir sering terjadi,” ungkap Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe A Tanjung Priok Wijayanta kepada media di Kantor Pusat Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (30/09/2014).

Menurut Wijayanta kayu-kayu yang rawan diselundupkan adalah kayu gaharu, kayu sonokeling, kayu rotan dan kayu jati. Beberapa kayu tersebut didatangkan dari hutan di Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan Sulawesi.

“Nilai ekonomisnya cukup tinggi,” imbuhnya.

Hari ini saja Bea Cukai menggagalkan usaha penyelundupan 24.357 meter kubik kayu sonokeling, 13.701 kg rotan asalan jenis semambu, 9.283 kg rotan asalan jenis semambu, sega dan kayu dan 8.570 kg kayu gaharu. Nilai tangkapan kayu mencapai Rp 2,82 miliar.

“Sangat sering kita tangkap karena nilai ekonomis tinggi. Ini kan tujuannya Hong Kong (Tiongkok),” cetusnya.

Gaharu adalah kayu yang mengandung resin khas yang dihasilkan oleh sejumlah spesies pohon dari marga Aquilaria, terutama malaccensis. Resin ini digunakan dalam industri wangi-wangian parfum dan setanggi karena berbau harum. (Sumber: detik.com)

Share3Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman
Berita Pilihan

Pekan Seni Budaya Riau Kompleks, Bersatu dalam Keragaman

...

Read moreDetails
Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender 2027, Tanggal Merah, Libur Nasional dan Cuti Bersama

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

3 Rekomendasi HP Xiaomi Harga Rp3 Jutaan dengan Performa Terbaik

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026

Hari Novar Terima Apresiasi SATU Indonesia Awards 2026, 10 Tahun Menggerakkan Pendidikan di Pelosok

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Next Post

Warga Riau Ramai-Ramai Ganti Status BBM

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.