• Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber
Jumat, Oktober 30, 2026
SUBSCRIBE
BertuahPos
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi
No Result
View All Result
BertuahPos
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

Darah Bersimbah di Pantai Saat Puluhan Lumba-Lumba Dibantai

Tim Redaksi by Tim Redaksi
22 Januari 2014
Share on FacebookShare on Twitter

BERTUAHPOS.COM, TAIJI – Nelayan Jepang yang mengumpulkan sekitar 30 lumba-lumba ke peraian dangkal dan membantainya, menyembunyikan hasil buruan mereka di balik terpal. Sementara protes atas perburuan tahunan ini makin memuncak.

Setiap tahun, nelayan Taiji, Prefektur Wakayama Prefecture, berburu lumba-lumba, mengumpulkannya di sebuah pantai sepi dan menyeleksinya. Sebagian lumba-lumba dijual ke pemilik akuarium untuk pertunjukkan dan sisanya dibunuh untuk dikonsumsi.

Selasa (21/1), Reuters melaporkan setidaknya sudah lebih dari 200 lumba-lumba dikumpulkan di Taiji sejak Jumat pekan lalu. Sebelum pembantaian di mulai, nelayan menutupi kumpulan lumba-lumba dengan terpal agar tak diketahui orang luar. Meski demikian, darah tetap bersimbah di sepanjang pantai.

”Lumba-lumba yang akan dikonsumsi ditikam kepalanya menggunakan batangan logam di kepala lumba-lumba lalu ditinggalkan hingga mati. Lumba-lumba yang masih hidup dilepaskan ke laut,” kata aktivis Sea Shepherd Conservation Society Melissa Sehgal.

Jepang mempertahankan penangkapan lumba-lumba sebagai tradisi karena tak ada hukum internasional yang melarang mengingat lumba-lumba belum kritis jumlahnya.

Kyodo Newa mengutip perkataan Gubernur Prefektur Wakayama Yoshinobu Nisaka, ”Tradisi makanan bervariasi dan ini kearifan lokal yang harus dihormati.” Nelayan Taiji sendiri menolak berkomentar kepada media.(republika.com)

 

Share2Tweet2Send
Follow Berita BertuahPos di Google News

Tim Redaksi

Tim Redaksi


Diterbitkan oleh PT Citra Media Bertuah. Kirim informasi di sekitar Anda ke 0852 7260 5868 - redaksi@bertuahpos.com

Berita Terkait

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Hukum Kriminal

KPK Sebut Kasus Cukai PT Djarum Rugikan Negara Triliunan Rupiah

...

Read moreDetails
Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Mengenal Googlebook OS dan Perbedaannya dengan ChromeOS Pada Chromebook

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

Pesan Besar dari Ekonom Riau di Balik Percepatan SAF Minyak Jelantah

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

4 Manfaat Daun Kemangi untuk Kesehatan Tubuh yang Bisa Jadi Lalapan

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

5 Rekomendasi Moisturizer untuk Kulit Kering dan Sensitif

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Indeks IDX Commodity 20 Debut, Didominasi Saham Energi hingga Logam

Next Post

Kompetisi Penerbangan Murah di Asia Makin Ramai

Show Transparency Report
  • Profil
  • Redaksi
  • Suara Anda
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Contact Us
  • Pedoman Media Siber

© 2013-2025 BertuahPos.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Ekonomi
  • Hukum Kriminal
  • Lingkungan
  • Islampedia
  • Lifestyle
  • Otomotif
  • Teknologi

© 2013-2025 BertuahPos.com.